Tahun Kedua MasDipa Pimpin Karangasem, Tetap Komitmen Jalankan Visi dan Misi 

AMLAPURA-Fajar BaliTahun kedua bupati dan wakil bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri dan I Wayan Artha Dipa (MasDipa) memimpin Karangasem diperingati dengan sederhana dengan melibatkan koordinator kecamatan dan koordinator kedesaan yang menjadi relawan MasDipa. Dalam kesempatan itu, bupati memaparkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih selama dua tahun memimpin bumi lahar ini.



Bahkan, bupati juga telah merancang ditahun ketiga nanti duet IGA Mas Sumatri dan Wayan Artha Dipa (MasDipa) akan kembali menambah anggaran pendidikan melalui kartu Karangasem cerdas. 

 

Bupati IGA Mas Sumatri mengatakan, perayaan dua tahun kepimpinan MasDipa untuk meminta masukan dari tim relawan yang sebelumnya ikut memenangkan MasDipa pada Pikada bupati lalu yang tergabung ke Gerakan Masyarakat Terpadu (GMT). Diharapkan, adanya masukan dan tetap mengawal MasDipa sampai usai menjabat. Ia pun meminta agar tetap diberikan kritikan untuk membangun Karangasem. “Momen dua tahun lalu, bagaimana para relawan berjuang sehingga mengantar kami menjadi pemimpin di Karangasem,” ujar IGA Mas Sumatri. 

 

Mas Sumatri juga membeberkan keberhasilan selama dua tahun menjabat bupati. Salah satunya, Karangasem mampu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas kinerja pemerintahan. Selain prestasi tingkat provinsi, masa kepemimpinanya juga meraih pretasi tingkat nasional. “Penghargaan Adhitya Karya MahatvaYodha Award 2017, Penghargaan Evaluasi SAKIP Tahun 2017 sebagai bukti keberhasilan kami dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujarnya. 

 



Bupati Mas Sumatri juga mengakui, keberhasilan prestasi ditengah Kabupaten Karangasem dilanda musibah Erupsi gunung Agung cukup berat. Namun berkat doa dari semua pihak, Karangasem telah mampu menyelesaikan masalah pengungsi yang saat ini sudah kembali ketempat asalnya. “Tahun lalu kita sedang diuji dengan erupsi Gunung Agung, namun ditengah itu Karangasem tetap menorehkan prestasi,” ujarnya lagi. 

 

Selain itu selama perjalanan dua tahun ini, Pemerintah Karangasem juga mengeluarkan branding “Karangasem The Spirit Of Bali”. Branding yang merupakan ide dan pemikiran tersebut sebagai landasan untuk melakukan pembangunan di Karangasem. Tagline Karangasem The Spirit Of Bali sangatlah pantas disandang Karangasem, mengingat Kabupaten paling ujung timur pulau Bali merupakan poros Bali. “Bayangkan, Gunung agung bergoyang sebentar saja cukup dirasakan di seluruh Bali,” ujarnya. 

 

Pihaknya pun tetap berkomitmen menjalankan visi,misi dan program yang telah dibuat sejak masa kampanye yakni Bersih, Cerdas, dan Bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana. Wujud Cerdas sendiri, dengan mengeluarkan Kartu Karangasem Cerdas dimana untuk tahun ini, pemerintah Karangasem menganggarkan Rp 20 miliar lebih yang diperuntukan untuk mempercepat pengentasan buta aksara yang masih tinggi. “Target 9 tahun tuntas belajar dapat tercapai secepatnya,” ujarnya. 




 

Selain itu untuk mempercepat kemajuan Karangasem, pihaknya pun terus melakukan lobi-lobi kepusat. Salah satunya dengan melanjutka kembali dermaga tanah Ampo yang diharapkan menjadi salah satu pelabuhan kapal pesiar terbesar di Bali. Dalam waktu dekat ini Dermaga Rakyat Padang Bai yang menjadi pelabuhan wisata di Karangasem juga akan segera di perbaiki dan dilakukan penataan, ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan. “Penataan Pelabuhan rakyat kita harapkan bisa memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang akan melakukan penyeberangan,” ujar bupati perempuan pertama di Karangasem

 

Sedangkan penasehat bupati, I Gede Sumantara AP mengajak agar para relawan untuk tetap mengawal pemerintahan MasDipa. Ia pun meminta, relawan jangan malah membawa pemerintahan MasDipa kejurang dengan melakukan pelangaran-pelanggaran. “Jangan sampai kepemimpinan MasDipa ternoda oleh kelakuan kita, mari kita jaga agar MasDipa bisa dua periode,” ujar sumantara yang dibarengi teriakan setuju oleh relawan yang hadir.




 

Hal serupa juga disampaikan penanggungjawab GMT, I Gusti Made Tusan. Dikataknya, silahturahmi ini diharapkan dapat menyerap dan melakukan evaluasi perkembangan yang terjadi. Pertemuan dengan relawan GMT juga diharapkan dapat menjalin komunikasi dan berkomitmen mengawal program yang digulirkan pemerintahan di bawah kendali bupati dan wakil bupati IGA Mas Sumatri-Wayan Artha Dipa. “Acara ini rutin kita gelar, sebagai ajang silahturahmi dan mempererat persaudaran sesama relawan sekaligus meminta masukan,” ujar Gusti Made Tusan. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Tujuh Perempuan ini Kompak Curi Rokok

Sen Feb 19 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Tujuh perempuan berstatus ibu rumah tangga (RT) ditangkap Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat (Denbar).
BPD BALI