Suradnyana Lantik 41 Perbekel Terpilih

SINGARAJA – fajarbali.com  I Sebanyak 41 orang perbekel terpilih dalam pemilihan serentak dilantik Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dari 40 perbekel yang dikukuhkan, Rabu (15/12) kemarin pagi di loby kantor Bupati Buleleng dua diantaranya merupakan seorang ‘Srikandi’ yang memimpin dua desa yang ada di Kecamatan Banjar yakni Perbekel Desa Kayuputih, Kadek Dina Nuriani dan Perbekel Desa Tampekan Komang Sari Darmawati yang keduanya merupakan perbekel perempuan berasal dari Kecamatan Banjar.

Di sela sela acara pelantikan tersebut, Perbekel Desa Tampekan, Sari Darmawati mengungkapkan kesiapannya  mengemban tugas sebagai seorang pemimpin di desa dengan menerapkan visi dan misinya yakni membangun serta mencerdaskan kehidupan di Desa Tampekan. Masih menurut Sari, dirinya   akan terus melakukan pembenahan serta yang paling utama meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada di Desa Tampekan, Kecamatan Banjar guna memfokuskan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan melakukan pengelolaan air bersih dan simpan pinjam .”Kedepannya kami akan terus berkarya serta melanjutkan beberapa program yang sempat tertunda akibat Covid 19 serta nantinya kami akan berusaha melakukan peningkatan terhadap pendapatan desa dengan melakukan pengelolaan Bumdes yang ada di desa kami guna meningkatkan kesejahtraan masyarakat kami,”ucapnya dengan optimis.

Masih perbekel yang  telah dua kali menjabat itu menuturkan beberapa program yang sempat tertunda diakibatkan lantaran seluruh anggaran desa yang tertuju untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dimasa Pandemi Covid 19 terjadi. ”Banyak sekali program-program kami yang tertunda lantaran diarahkan ke BLT. Dengan adanya hal itu kami dikepemimpinan yang kedua kali ini kami akan lebih fokus ke beberapa program yang sempat tertunda di tahun kemarin,”jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Buleleng, Bali Putu Agus Suradnyana mengharapkan kepada seluruh perbekel (kepala desa) yang terpilih dan sudah dilantik untuk menaruh perhatian lebih kepada partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. ”Dengan menghapus dinamika yang terjadi dalam proses pemilihan,”ujarnya saat memberikan pengarahan pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 41 perbekel baru.

Jumlah tersebut terdiri dari 40 orang perbekel terpilih hasil pemilihan perbekel serentak tahun 2021 untuk masa bakti 2021-2027 dan satu orang perbekel Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Gerokgak sisa masa jabatan periode 2019-2025.

Suradnyana menjelaskan hal yang paling pertama harus mampu dilakukan oleh para perbekel baru ialah mendapatkan partisipasi masyarakat dengan menghapus dinamika dalam proses pemilihan. Semuanya harus diubah menjadi semangat persaudaraan di desa. Tidak ada permusuhan atau perseteruan, sehingga desa senantiasa tertib dan aman.”Dengan begitu, kembali bisa kita dapatkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa. Bapak/Ibu tidak ada artinya membangun desa sendirian tanpa partisipasi masyarakat,”jelasnya. Hal penting yang selanjutnya perlu dilakukan para perbekel terpilih ialah mulai berkoordinasi dengan pihak terkait. Baik dengan Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bendesa adat, serta tokoh masyarakat. Untuk mulai merancang program dan inovasi desa sesuai dengan karakteristik desa masing-masing. Semuanya harus dilakukan dengan tulus dan bertanggung jawab.”Yang penting adalah inovasi dan kreativitas kita masing-masing. Lebih penting lagi yang harus dimiliki adalah rasa keikhlasan kita dalam membangun desa,”ucap Suradnyana.

Lebih lanjut, Agus Suradnyana meminta kepada perbekel yang telah dilantik untuk aktif menerima pendampingan dari dinas-dinas terkait. Dengan harapan mampu menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Sehingga semua proses berjenjang dari desa hingga provinsi bisa terlaksana dengan baik. “Misalnya Peraturan Gubernur tentang pengelolaan sampah. Harus kita lakukan. Bagaimana pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan, harus kita lakukan. Apa itu PAUD, TK, harus dipikirkan,” paparnya. Menjalankan tugas sebagai kepala pemerintahan di desa, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini menginstruksikan seluruh perbekel baru untuk betul-betul mempelajari dan memahami regulasi. Apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari perbekel untuk secara nyata dirasakan hadir di tengah masyarakat. “Untuk bisa memberikan rasa nyaman, untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Agus Suradnyana. W – 008

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Buleleng Mulai Lakukan Vaksinasi Anak

Kam Des 16 , 2021
SINGARAJA – fajarbali.com  I Vaksinasi pada anak usia 6 – 11 tahun mulai dilakukan di Kabupaten Buleleng, Bali. Ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama dengan Sekda Gede Suyasa dan kepala dinas terkait berkesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 6 […]