Simfoni Warna di Nusa Dharma, Perayaan Holi Mempererat Persahabatan India-Indonesia

2026-03-08-at-19.30.14
Holi Festival 2026, saat tradisi India dan keindahan Bali menyatu dalam kegembiraan.

MANGUPURA-fajarbali.com | Suasana Pulau Nusa Dharma, kawasan The Nusa Dua, mendadak berubah menjadi kanvas raksasa yang penuh warna pada perayaan Holi Festival of Colours. Acara yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal India di Bali bersama Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) ini bekerja sama dengan ITDC untuk merayakan datangnya musim semi. Lebih dari 400 peserta yang terdiri dari komunitas diaspora India, wisatawan mancanegara, hingga masyarakat lokal berkumpul untuk merayakan simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan dalam semangat kebersamaan yang hangat.

Konsul Jenderal India, Dr. Shashank Vikram, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi Holi sebagai festival yang melambangkan kegembiraan, inklusivitas, dan pembaruan hubungan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat selaras dengan hubungan budaya dan persahabatan yang telah lama terjalin erat antara India dan Indonesia. “Perayaan ini bukan sekadar pesta warna, melainkan manifestasi dari semangat persatuan yang melampaui batas geografis dan perbedaan latar belakang,” ujarnya.

Direktur SVCC Bali, Naveen Meghwal, turut menekankan pentingnya peran festival ini dalam mempererat keharmonisan antar komunitas. Ia menyoroti bahwa Holi merupakan jembatan budaya yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan tradisi India kepada masyarakat dunia. “Dengan latar belakang Pulau Nusa Dharma yang eksotis, pesan persaudaraan dan perdamaian yang dibawa oleh festival ini terasa semakin kuat dan meresap bagi setiap peserta yang hadir,” imbuhnya.

Dukungan penuh dari pihak pengelola kawasan juga menjadi kunci suksesnya acara ini. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyatakan bahwa pemilihan lokasi ini merupakan bukti kepercayaan internasional terhadap kesiapan infrastruktur ITDC dalam menyelenggarakan acara berskala global. Menariknya, festival ini digelar di tengah tren positif kunjungan wisatawan India yang kini menempati posisi lima besar pasar utama di kawasan The Nusa Dua, memperkuat posisi Bali sebagai destinasi yang inklusif.

BACA JUGA:  Melodi yang Hapuskan Sunyi, di Bali Mandara Nawanatya

Kemeriahan acara semakin memuncak dengan penampilan seni budaya yang energik dari berbagai kelompok tari seperti Rhythm of Rasa, Suradiva Art Studio, dan India in Bali. Alunan musik Bollywood yang dinamis berhasil memukau para penonton, menciptakan atmosfer perayaan yang autentik dan semarak. Penampilan para seniman ini menjadi pengantar yang sempurna sebelum memasuki puncak acara yang paling dinanti oleh seluruh peserta.

Puncak perayaan dimulai secara simbolis oleh Konsul Jenderal dan Direktur SVCC yang menandai dimulainya ritual lempar bubuk warna. Seketika, udara dipenuhi dengan awan warna-warni saat para peserta saling menaburkan bubuk Holi sambil menari mengikuti irama musik dari DJ. Tawa dan sorak-sorai memenuhi area festival, menghapuskan sekat sosial dan menciptakan ruang interaksi budaya yang penuh dengan semangat kebersamaan dan keceriaan.

Keberhasilan festival ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi budaya mampu menjadi instrumen pemersatu yang kuat di tengah keberagaman. Konsulat Jenderal India dan SVCC mengapresiasi seluruh mitra, relawan, dan peserta yang telah berkontribusi menjadikan Pulau Nusa Dharma sebagai ruang harmoni. Melalui perayaan ini, diharapkan pemahaman terhadap kekayaan tradisi India di Indonesia terus meningkat dan hubungan diplomatik antar kedua negara semakin kokoh melalui jalur kebudayaan. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top