BULELENG-fajarbali.com | Tiga orang warga masyarakat yang ada di Dusun Ambengan Desa Banjar yakni Komang Suci (44) beserta dua anaknya Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12) yang kini dikabarkan hilang terbawa banjir bandang saat saluran air Sungai Mendaum meluap, Jumat (6/3/2026) sekira pukul 18.15 wita Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna tampaknya sigap begitu mendengar informasi dirinya langsung turun dan ikut melakukan pencarian dilokasi kejadian hingga tengah malam.
Dari pencarian yang dilakukan, Supriatna yang tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 22.00 wita yang didampingi Kadis PUTR Kabupaten Buleleng I Putu Adipta Eka Putra, Camat Banjar Putu Widiawan, Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat melakukan pencarian disekitaran rumah korban namun dalam pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Tampak dalam pencarian tersebut, Supriatna menggunakan baju kaos hitam dengan rompi abu serta celana Panjang jean biru dengan sepato bout berjalan ditengah lumpur yang masih menggenangi dilokasi kejadian sambil mengamati rumah korban yang amblas serta temboknya yang jebol akibat dihantam banjir bandang.
Tidak hanya itu setelah melakukan pencarian dilokasi kejadian, mantan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng itu juga melakukan penelusuran di sekitar Pantai Banjar hingga pukul 01.45 wita. Namun sayang dalam penelusuran yang dilakukan ketiga korban yang hanyut akibat banjir bandang belum ditemukan.
Adanya peristiwa tersebut Supriatna mengaku sangat prihatin dengan peristiwa banjir bandang yang menghanyutkan empat orang warga serta puluhan rumah warga yang rusak.
“Kami merasakan prihatin ya dengan adanya bencana yang melanda dibeberapa kecamatan seperti Sukasada, Banjar, Kota, Busungbiu dan Seririt terlebih terjadi bencana banjir yang cukup besar di Desa Banjar, Kecamatan Banjar yang menghanyutkan empat orang warga dimana satu sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dan tiga masih dilakukan pencarian. Hal ini akibat hujan yang terjadi sangat deras sehingga aliran Sungai Mendaum meluap dan terjadi banjir bandang,”tutur Supriatna.
Lebih jauh kata dia, hujan deras yang terjadi di hulu seperti Desa Munduk, Gobleg dan yang lainnya sehingga desa yang ada di hilir terkena dampak banjir baik yang terjadi di jalan utama Seririt-Singaraja sehingga jalan menjadi lumpuh karena air yang disertai lumpur menggenangi jalan raya yang membuat kemacetan.
“Curah hujan yang begitu deras baik yang terjadi di hulu hingga hilir yang membuat banjir. Selain menyeret warga dan menimbulkan kerusakan banjir juga terjadi dijalan Singaraja-Seririt yang membuat jalan lumpuh akibat tergenang banjir tinggi yang disertai lumpur,”ucapnya.
Bahkan akibat banjir, banyak jembatan yang airnya meluap karena tersumbat sehingga airnya meluap kejalan dan bahkan terjadi ada juga jembatan yang terputus sehingga menimbulkan kemacetan total.
“Dari banjir itu banyak jembatan yang airnya meluap lantaran tersumbat bahkan ada juga jembatan yang terputus sehingga mengakibatkan jalan lumpuh,”tambahnya.
Dirinya juga mengakui dengan adanya peristiwa tersebut pihaknya akan melakukan pendataan terhadap berapa korban serta kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh banjir bandang yang terjadi.
“Akibat banjir ini kita akan segera mungkin melakukan pendataan terhadap korban hingga kerusakan serta kerugian yang diakibatkan oleh banjir serta kami harapkan warga yang dinyatakan hilang segera dapat ditemukan dengan selamat,”harapnya.
Dari peristiwa yang terjadi Gede Supriatna menghimbau kepada seluruh masyarakat utamanya yang ada di tepi Sungai, Pantai atau pegunungan agar selalu waspada dengan situasi yang terjadi saat ini.
“Kami harapkan kepada seluruh warga masyarakat baik yang ada di daerah tepi Sungai, Pantai atau lereng agar selalu waspada dengan situasi yang terjadi saat ini semoga tidak terjadi peristiwa yang lainnya serta korban jiwa lagi,”tutupnya. @gus









