Senari #8 Bahas Lima Topik Tarik Minat Peserta se-Tanah Air

Riset dan Inovasi Berbasis Teknologi “Hyperconected Society Era”

11 Views

Senari #8 berlangsung di Harris Hotel Sunset Road, Badung, Jumat (16/9).

 

MANGUPURA – fajarbali.com | Seminar Nasional Riset Inovatif (Senari) #8 yang digelar Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja di Harris Hotel Sunset Road, Badung, Jumat (16/9), semakin menarik minat peserta dari seluruh Tanah Air.

Undiksha terus mendorong pelaksanaan penelitian inovatif. Hal ini didukung dengan kebijakan penganggaran maupun pelatihan-pelatihan. Demikian dikatakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Dr. I Ketut Sudiana, M.Kes., di sela kegiatan.

“Kami di Undiksha, penelitian itu adalah bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Sudiana.

Sudiana berpendapat, pelaksanaan penelitian inovatif, masih dihadapkan dengan tantangan, seperti dalam membangun kerja sama dengan masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.

“Bagaimana pun juga kalau terkait dengan penelitian sekarang dimensinya tidak cukup dengan monodisiplin, harus multidisiplin, interdisiplin. Jadi kalau ingin berhasil dalam hal penelitian maka kerjasama ini yang harus ditingkatkan,” jelasnya.

Secara khusus untuk pelaksanaan Senari #8, Sudiana yang mewakili Rektor Undiksha membuka acara, berharap dapat memberikan peluang bagi para peneliti untuk berbagi gagasan dan mendesiminasikan hasil penelitiannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Senari #8 Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H.,LL.M., menyampaikan seminar ini sebagai ruang bagi para peneliti, baik dari Undiksha maupun dari perguruan tinggi lain untuk menuangkan ide, gagasan, dan mendiseminasikan hasil penelitian kepada publik.

 “Ini yang sebetulnya menjadi tolok ukur sejauh mana Senari itu bisa dikenal oleh banyak peserta,” jelas Dewa Mangku. 

Peserta Senari #8, jelas Dewa Mangku, tidak hanya dari Undiksha, tetapi juga dari sejumlah perguruan tinggi lain di indonesia.

“Peserta ada dari 14 perguruan tinggi negeri dan swasta, dari Sabang sampai Merauke. Artinya Senari memiliki daya tarik tersendiri disamping pelaksanaannya di Bali. Peserta juga ada dari mahasiswa. Ini penting bagi mereka untuk memberikan pemahaman riset, khususnya untuk tugas akhir” katanya.

Terdapat lima topik yang diseminarkan, terdiri atas bidang hukum, sosial humaniora, pendidikan, kesehatan, dan teknologi.

“Topik yang semakin banyak bisa kita sodorkan tentu semakin banyak pesertanya. Itu yang kami harapkan. Bisa mengakomodasi penelitian semua bidang ilmu yang bisa kita bantu untuk mempublikasikan,” imbuhnya.

Senari #8 menghadirkan dua narasumber. Pertama, dari Universitas Udayana, Prof. Dr. Ni Ketut Supasti Dharmawan, S.H.,M.Hum.,LL.M. Ia membawakan materi Riset Hukum dan Relevansi Metodenya pada Hyperconnected Society Era: Lesson Learned Penelitian Hukum Kekayaan Intelektual.

Poin yang disampaikan adalah dalam penelitian hukum kekayaan intelektual dapat menggunakan metode socio-legal. Metode ini tidak hanya diartikan secara tradisional dibantu oleh rumpun ilmu sosial, tetapi juga secara berkelanjutan membuka diri terhadap perkembangan ilmu interdisipliner, seperti teknologi.

Kedua, dari Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. Materi yang dipaparkan Revolusi Digital, Globalisasi, dan Lokalisasi (Tantangan Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Hyperconnected Society Era).

Ia menyampaikan perkembangan teknologi digital memberikan manfaat untuk kehidupan, termasuk dalam penelitian. Disisi lain teknologi dapat juga berdampak buruk, sehingga perlu kecerdasan dari para peneliti dalam pengaplikasiannya. (Gde)

Next Post

Selain Ijazah, Sarjana UPMI Dibekali SKPI, Total Alumni Tembus 24.138 Orang

Ming Sep 18 , 2022
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) mewisuda 362 wisudawan, Jumat (16/9), di BNDCC Nusa Dua Badung.
Wisuda UPMI-98eac107