Sektor Pajak PAD Karangasem Pada Triwulan I Lampaui Target

AMLAPURA-fajarbali.com | Dampak pandemi covid-19 yang masih berlangsung berpengaruh pada realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karangasem baik dari sektor pajak maupun retribusi. Dari data yang didapat, realisasi PAD Pada triwulan pertama, hanya sektor pajak daerah yang telah melampaui target sedangkan secara keseluruhan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem baru berhasil mengumpulkan sekitar Rp 36 miliar lebih.


Realisasi Jumlah tersebut tentu saja masih cukup jauh dibandingkan dari target yang dicananangkan yakni sekitar Rp 132 miliar lebih. Sementara, target PAD anggaran induk tahun 2021 sejumlah Rp 258.110.008.272,00.

Plt Kepala BPKAD Karangasem, I Wayan Purna, Selasa (20/4/2021) kemarin, mengatakan, belum terpenuhinya realisasi target PAD pada triwulan pertama ini disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya faktor pandemi covid-19 yang membuat realisasi PAD dari sektor pajak hotel dan restaurant menurun drastis.

Dikatakan, dari sejumlah penghasilan baik pajak daerah maupun retribusi, hanya pada Pajak daerah yang bisa melampaui target.

“Pada sector pendapatan pajak, dari target Rp 11 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 15 miliar lebih,” ujarnya.

Baca juga :
Akhir April, Karangasem Siap Gelar PTM Untuk SMA/SMK

Perumda Gianyar Pasarkan ‘Be Gianyar Mineral Water’, Pelanggan Tetap di Instansi Pemerintah dan Swasta 

Dikatakan Wayan Purna, sektor pajak yang paling tinggi melebihi dari target yakni pada pajak mineral bukan logam (galian C) yang targetnya mencapai Rp 5 miiar lebih, namun telah teralisasi senilai Rp 8 miliar lebih. Tingginya jumlah pendapatan pajak galian C ini, tidak lepas dari upaya yang dilakukan pemkab Karangasem untuk menekan kebocoran.

“Pendapatan pada sektor pajak memang yang kita dapatkan paling tinggi dari sektor galian C,” ujarnya lagi.

Sektor pajak lainya yang terealisasi melebihi dari target yakni, pajak Penerangan jalan dimana targetnya Rp 2,9 miliar, terealisasi Rp 3,2 miliar. Pajak reklame, dari target Rp 77 juta, terealisasi Rp 180 juta, sedangkan pajak BPHTB targetnya mencapai Rp 1,8 miliar terealisasi Rp 2,2 miliar lebih.

“Diluar dari sektor itu sebagian besar belum mencapai target target,” ujarnya.

Salah satu yang belum mencapai target realisasi yakni pada sektor pajak hotel,kata Purna, tidak bisa terealisasi yang ditargetkan Rp 606 juta lebih, hanya tercapai Rp 367 juta. Sementara pada sektor restaurant, target yang terealisasi mencapai Rp 601 juta dari target Rp 760 juta. Pihaknya pun cukup memaklumi belum teralisasinya pendapatan pajak dari sektor pajak hotel dan restaurant berkaitan erat dengan wabah pandemi covid-19 ini.

“Kalau sektor hotel dan restaurant kita maklumi mengingat saat ini hotel dan restaurant juga kelimpungan tidak ada wisatawan,” ujarnya lagi.

Purna mengatakan, untuk mencapai target PAD pada anggaran induk tahun 2021 ini, pihaknya berupaya menggenjot  menaikan sektor-sektor pajak maupun retribusi. Salah satunya, yakni pada sektor galian C yang masih menjadi tumpuan pendapatan Karangasem.

“Mengoptimalkan sector galian C dan menekan kebocoran,termasuk mencari sumber-sumber pendapatan lainya sehingga target PAD kita bisa tercapai,” ujarnya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bawaslu Provinsi Usul Hibah Lahan Perkantoran

Sen Mei 10 , 2021
NEGARA-fajarbali.com | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi Bali sowan ke Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, Selasa (20/4/2021). Kehadiran dua orang anggota Bawaslu Propinsi Bali, I Ketut Rudita dan Ketut Sunadra diterima di ruang VIP Pemkab. Jembrana didampingi oleh ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, I Made Pande Muliawan.