SDN 1 Semarapura Klod Kangin Hanya Dapat 2 Siswa Baru, Sekolah Dekat Kuburan Diduga Jadi Penyebab

IMG-20260702-WA0168
Sejumlah siswa SD di Klungkung ketika mengikuti pembelajaran

SEMARAPURA-Fajar Bali, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD di Kabupaten Klungkung sebentar lagi ditutup. Namun, hingga H-2 penutupan, masih ada sejumlah sekolah  'krisis' murid baru. Seperti di SDN 1 Semarapura Klod Kangin, yang hingga Kamis (2/7/2026) hanya mendapat 2 siswa saja.

Kepala SDN 1 Semarapura Klod Kangin Ni Nyoman Suardani ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa sampai Kamis (2/7/2026) hanya ada 2 siswa baru yang mendaftar di sekolahnya. Berbagai upaya sudah dilakukan pihak sekolah untuk meningkatkan minat pendaftar, tetapi belum membuahkan hasil. Suardani mengatakan, dirinya sudah melakukan promosi hingga jemput bola. Yakni dengan menghubungi secara langsung sejumlah orang tua siswa. Hanya saja, mereka sudah memilih menyekolahkan anak-anaknya di SD yang lebih dekat dengan rumahnya.

"Saya sudah menguhungi beberapa orang tua siswa yang anaknya mau masuk ke SD. Cuma karena faktor tempat tinggal, jadi mereka keberatan dan cari skolah yang lebih dekat," ujarnya seraya mengatakan pada tahun sebelumnya hanya mendapat 9 siswa baru saja.

Menyikapi kondisi ini, Suardani mengatakan akan menunggu sampai proses pendaftaran benar-benar ditutup pada Sabtu (4/7/2026) nanti. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung. Kalaupun hingga akhir pendaftaran jumlah siswa baru tidak bertambah, Suardani sangat berharap, proses pembelajaran tetap berjalan. Mengingat, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan di sekolahnya sudah lengkap. Terdiri atas 11 orang, mulai dari guru kelas, agama, PJOK, hingga pegawai administrasi.

Disinggung mengenai penyebab minimnya minat pelamar, Suardani mengatakan tidak mengetahui secara pasti. Hanya saja, di dekat SDN 1 Semarapura Klod Kangin yakni sekitar 500 meter, ada SDN 2 Semarapura Klod Kangin. Sehingga penerimaan siswa jadi terpecah. "Terkait akses masuk sekolah kami, memang di samping jalan, kiri dan kanannya adalah kuburan. Namun, menurut saya ini memang karena tempat tinggal mereka (calon siswa baru) jauh dari sekolah kami,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung Ketut Sujana menyampaikan belum melakukan validasi data terkait jumlah siswa baru di jenjang SD. Meski demikian, untuk di SDN 1 Semarapura Klod Kangin memang langganan minim siswa. Disinggung mengenai lokasi sekolah yang dekat kuburan, Sujana tak menampiknya. Namun, pihaknya memastikan selama ini tidak pernah ada kejadian aneh di sekolah tersebut. Sehingga hal itu tidak dapat dijadikan penyebab minim siswa.

"Di sana (SDN 1 Semarapura Klod Kangin) memang sering dapat minim siswa. Ini jadi tantangan kita ke depan, padahal sekolahnya bagus dan ada TK juga di sana. Kalau dibilang karena dekat kuburan, memang masuk kuburan ada aura negatif. Namun, selama ini tidak terjadi apa-apa. Itu cuma persepsi orang tua saja," ungkapnya. W-019

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top