Belasan Siswa SDN 1 Temesi Keracunan

(Last Updated On: )

GIANYAR-fajarbali.com | SDN 1 Temesi, Kecamatan Gianyar, Senin (7/5/2018) geger. Pasalnya 15 siswa di sekolah tersebut dilarikan ke UGD RSUD Sanjiwani Gianyar karena mengalami sakit pada bagian perut. Ke-15 siswa ini, mengalami sakit perut setelah jam istirahat pertama membeli Es yang dibuat oleh pemilik kantin sekolah tersebut.

Ke-15 siswa yang mengalami mual ini mendapat perawatan dan observasi di UGD RSU Sanjiwani. Evakuasi ke rmah sakit dilakukan oleh BPBD Gianyar yang langsung dikomandani Kepala BPBD Gianyar, AA Oka Digjaya. Pada saat perawatan siswa tersebut, Dinas Kesehatan Gianyar juga telah mengumpulkan sampel dan muntahan dari Es yang sempat dibeli oleh siswa tersebut. Dimana siswa yang menjadi korban dari Kelas II sebanyak 4 siswa, Kelas III sebanyak 2 siswa, Kelas IV sebanyak 4 siswa dan kelas V sebanyak 5 siswa. Di ruang perawatan, siswa ini langsung mendapat injeksi infuse untuk menetralkan racun dalam tubuh.

“Sebagian petugas masih stand by di sekolah unntuk mengantisipasi korban susulan, mudah-mudahan tidak ada yang menyusul lagi,” terang AA Oka Digjaya.

Kepala SDN 1 Temesi, Putu Giri Bagiani saat di temui di rumah sakit mengungkapkan dirinya tidak tahu persis kejadian yang menimpa siswanya. “Saya tidak tahu kejadian persisnya, saat kejadian saya berada di UPT Disdik untuk mengurus administrasi gaji,” terang Giri Bagiani. Ditambahkannya, dirinya selalu memberikan arahan kepada pemilik kantin, agar selalu menyediakan makanan yang hiegines dan dengan perabotan yang bersih. Pada kesempatan itu juga, dirinya meminta agar semua siswa menjaga kesehatannya, mengingat dalam pecan ini sudah mulai ulangan umum.

Salah satu siswa yang mengalami keracunan, Dewa Ayu Mirah Dwilaksmi menyebutkan saat jam istirahat pertama bersama temannya membeli Es yang dijual di kantin. Saat jam istirahat tersebut, Mirah bersama temannya tidak merasakan apa-apa, namun setelah kembali masuk kelas, dirinya bersama temannya merasakan mual pada perut. Siswa lain, Kadek Intan Lestari Dewi menyebutkan hal yang sama. Es yang dijual tersebut seperti bercampur tepung terigu. Lestari bersama temannya pertama kali mencoba membeli Es yang harganya Rp 3.000 tersebut.

Direktur RSUD Sanjiwani, Ida Komang Upeksa menyebutkan untuk kasus-kasus seperti keracunan masal, biaya pengobatannya ditanggung Negara. Sementara untuk siswa SDN 1 Temesi lama perawatannya diperkirakan sekitar 1-2 hari, “Kita lihat dulu kondisinya dan observasi dan semua sudah kita tangani, gejalanya belum sampai parah,” jelas Ida Komang Upeksa.

Disamping itu, pihak RS juga sudah mengambil sampel Es dan muntahan siswa korban. “Sampelnya sudah diambil untuk diperiksa di lab, penyebab yang paling mungkin kalau melihat dari gejala keracuan tersebut karena adanya bakteri ecoli,” jelas Ida Komang Upeksa. Sedangkan untuk kepastian penyebab keracunan, masih menunggu hasil penelitian laboratorium.

Kapolsek Gianyar, Kompol Ketut S. Yoga menyebutkan pihaknya melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kompol Yoga sendiri mengindikasikan kalau keracunan tersebut karena susu yang dicampur air.

“Malamnya dicampur, masuk pendingin dan paginya dijual,” terangnya. Namun menurutnya pemeriksaan akan dilakukan terkait penyebab kejadian tersebut. “Kita tidak boleh berasumsi, kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendapat penyebab,” tutup Kompol Yoga. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

P2TP2A Bali Datangi Polres Karangasem, Kawal Penuntasan Kasus Tewasnya Balita

Sen Mei 7 , 2018
(Last Updated On: )AMLAPURA-fajarbali.com | Hampir empat tahun lamanya kasus kematian seorang balita Ni Kadek Candra Dinata (1,3) tahun asal Desa Iseh,Kecamatan Sidemen, Karangasem belum juga menemukan kejelasan.

Berita Lainnya