Satu Meninggal, Dua Sembuh

(Last Updated On: )

SINGARAJA – fajarbali.com | Pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19 yang ada di Kabupaten Buleleng kini pertama kali di kota Pendidikan satu orang meninggal akibat virus Corona (Covid 19). Dimana korban yang diberikan kode PDP 140 laki-laki (30) dari Kecamatan Sukasada. 

Yang bersangkutan berawal mengeluhkan demam, batuk dengan dahak tidak mau keluar dimana yang bersangkutan dirawat di Rumah Sakit Swasta yang ada di Kabupaten Buleleng. Lantaran tidak sembuh, korban sempat pindah rumah sakit swasta yang lainnya.

Karena cirri-ciri sakit korban menyamai Covid 19 yang bersangkutan kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaraja dan sampai di RSUD korban dilakukan rapid tes dengan hasil reaktif. Setelah yang bersangkutan rapid tesnya reaktif kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Prtama Giri Emas, Kecamatan Sukasada. Ditempat tulah korban sempat dirawat selama 14 hari dan sempat dilakukan tes swab sebanyak dua kali dengan hasil terkonfirmasi positif Covid 19. Saat korban dirawat di RS prtama, Minggu (19/7/2020) pagi korban diketahui telah meninggal dunia. Menurut Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Kabupaten Buleleng Gede Suyasa saat memberikan keterangan pers sore kemarin membenarkan kalau dalam penanganan Covid 19 di Kabupaten Buleleng satu orang meninggal yang ada di Kabupaten Buleleng.

”Untuk pertama kali dan semoga menjadi yang terakhir di Kabupaten Buleleng ada satu orang yang meninggal dunia akibat terjangkit Covid 19. Yang bersangkutan awalnya mengeluhkan sakit demam, batuk dengan dahak tidak keluar dimana dirawat selama 14 hari,”ucap Suyasa. Bahkan Suyasa menjelaskan korban meninggal akibat penyakit penyertanya yakni sakit paru dan jenazah yang bersangkutan telah dikubur kemarin siang.

”Dari hasil pemeriksaan medis penykit penyerta korban yakni sakit paru dan yang bersangkutan telah dikubur dengan menggunkan protocol Covid 19 sekitar pukul 11. 00 kemarin. Korban meninggalkan dua orang anak. Satu berusia delapan tahun dan empat tahun,”jelas Suyasa lagi. Selain satu orang yang meninggal dunia Suyasa juga menuturkan ada dua orang pasien Covid 19 di Kabupaten Buleleng yang dinyatakan sembuh. Kedua orang tersebut yakni PDP 51 seorang staf di Kantor Camat Seririt. Yang bersangkutan menjalani perawatan selama 67 hari dan 17 kali swab yang mana yang bersangkutan ditangani di Provinsi Bali dan PDP 137 DARI Kecamatan Kubutambahan. Dimana PDP 137 menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Pratama Giri emas dengan melakukan tes swab tiga kali dengan kedua dan ketiga hasilnya negative.

”Selain satu meninggal ada dua orang PDP yang dinyatakan sembuh. Satu yang ditangani Provinsi dan satu di rawat di RS Prtama Giri Emas, Kecamatan Sawan,”lanjutnya.

Lebih jauh Suyasa mengakui tim surveillance terus bergerak mendeteksi ataupun melacak kontak erat kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Ini dilakukan semasih ada ditemukan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng dengan tidak membedakan apakah kasusnya berakhir sembuh atau bahkan meninggal. Bahkan pihaknya menjelaskan tim surveillance di bawah GTPP Covid-19 Buleleng terus bergerak dan tidak pernah membedakan apakah kasusnya berakhir sembuh atau bahkan meninggal. Setiap ada kasus terkonfirmasi, pasti ditindaklanjuti oleh GTPP Covid-19 Buleleng. Tindak lanjutnya adalah dengan terus melacak siapa saja yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi. Sehingga, pekerjaan tim surveillance akan berhenti ketika data dan informasi sudah pada titik ujungnya atau tidak ada lagi tambahan informasi.

”Sepanjang masih ada informasi baru, walaupun yang terkonfirmasi sudah sembuh atau meninggal, pelacakan akan terus berjalan,”jelasnya. Ada dari beberapa kasus terkonfirmasi yang menunjukkan bahwa ketika pasien terkonfirmasi yang sudah sembuh, ada kasus terkonfirmasi baru yang merupakan kontak erat dari pasien yang sembuh tersebut. Beberapa kasus terus dipalajari dan dilacak. Oleh karena itu, tim surveillance terus bergerak untuk mencari informasi sampai dengan tidak ada lagi yang bisa dikembangkan untuk mencari siapa.”Seperti itu langkah-langkah yang kita jalankan. Pelacakan tidak hanya di lingkup keluarga namun juga di tempat kerja. Bagaimana dan dengan siapa sempat kontak,” imbuh Gede Suyasa.

Sementara itu, data perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng menunjukkan bahwa kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Buleleng sebanyak 120 orang, sembuh secara kumulatif 105 orang, meninggal satu orang, dan pasien yang masih dirawat di Rumah Sakit Pratama Giri Emas sebanyak 14 orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) negatif secara kumulatif sebanyak 28 orang, PDP terkonfirmasi 12 orang dan PDP yang dirawat sebanyak dua orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 126 orang, ODP yang masih dipantau tidak ada, ODP selesai masa pantau terdapat 115 orang dan ODP terkonfirmasi sebelas orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 2.334 orang, OTG selesai masa pantau sebanyak 1.924 orang, dan OTG melaksanakan karantina mandiri sebanyak 312 orang, OTG yang sedang dirawat di Rumah Sakit Pratama Giri Emas sebanyak satu Orang, serta jumlah OTG terkonfirmasi sebanyak 97 Orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 4.203 orang, dan seluruhnya sudah selesai masa pantau selama 14 hari. (ags).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Suradnyana, Perluas Akses Pemasaran Untuk Petani Buah Lokal

Ming Jul 19 , 2020
(Last Updated On: )SINGARAJA – fajarbali.com | Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas dan pemanfaatan buah lokal di Buleleng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng membuka peluang dengan memperluas akses pemasaran khususnya untuk para petani penghasil buah lokal di Buleleng. Sehingga petani buah lokal Buleleng dapat dirangsang untuk meningkatkan produksi dan menjaga kualitas […]

Berita Lainnya