Sampah Plastik Ditukar dengan Beras Booming

GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sejak beberapa bulan belakangan ini, penukaran sampah plastik dengan beras (plastic exchange) mulai meluas di Gianyar. Kegiatan ini sudah merambah ke banjar-banjar yang juga sekaligus mengisi bulan Kemerdekaan.

Plastic exchange pada Minggu (30/8/20) dilaksanakan di dua desa, di Desa Guwang dan Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Masyarakat sangat antusias datang membawa sampah, pulang membawa beras. Bahkan, di Desa Guwang anak-anak yang ikut menukar sampah plastik diberikan bonus buku tulis dan buku gambar dari Plt. Kepala DLH  Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra.

Kujus Pawitra menyebut, Plastic Exchange ini sudah booming di Gianyar. Sudah menjadi salah satu bentuk edukasi masyarakat untuk memilah sampah. “Kita bangga, masyarakat sudah sadar bahwa sampah harus dipilah, dikelola dengan baik. Kita bersyukur masyarakat sudah tergerak memilah sampah,” ungkap Kujus Pawitra. Bahkan Kujus berharap kegiatan tersebut menjadi kegiatan rutin dan kedepannya mendirikan bank sampah seperti yang sudah ada di beberapa desa.

Ni Nyoman Meni (50) yang ikut menukarkan sampah plastik, tertarik memilah sampah karena bisa ditukar dengan beras. “Saya kumpulkan botol plastik sejak seminggu lalu, belum tahu dapat berapa. Yang jelas, bisa ditukar dengan beras saya merasa terbantu. Karena untuk makan sehari-hari, susah sekarang,” ungkapnya.

Inisiator plastic exchange, I Made Janur Yasa berharap aksi ini mengajak lebih banyak pihak untuk bergerak. Dijelaskan, aksi ini tercetus saat awal Pandemi Covid-19. Agar donasi berupa beras, lebih dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Sementara tujuan besarnya adalah agar Bali, khususnya Gianyar sebagai daerah wisata bisa bersih tanpa sehelai plastik. Hingga akhir Agustus ini, sekitar 25 ton sampah plastik telah berhasil dikumpulkan. “Ada 3 tujuan yang ingin dicapai. Untuk edukasi masyarakat, untuk lingkungan dan membantu beban ekonomi masyarakat saat pandemic. Patut disyukuri, setelah 4 bulan, aksi ini disambut sangat baik oleh masyarakat Gianyar,” ujar pria plontos ini.

BACA JUGA:  Dagang Lawar di Bonbiu Desa Saba Meninggal

Dijelaskan, puluhan banjar telah bergerak mengumpulkan sampah plastik warganya. Demikian pula menghimpun donasi berupa beras yang digunakan sebagai alat tukar. “Dua Desa yang sudah mandiri, ada Ketewel dan Lodtunduh. Tanpa koordinasi lagi, mereka sudah bergerak sendiri dengan cara mereka. Mudah-mudahan, desa lain bisa mengikuti,” harapnya. Pihaknya pula, menaruh harapan besar pada pemerintah untuk mengambil alih aksi ini bekerjasama dengan pihak swasta.

Untuk aksi di Desa Batuan, disiapkan 2 ton beras kerjasama Bumdes Praja Kerta Desa Batuan dan sponsor. “Antusias masyarakat sangat tinggi, tadi saya cek sisa beras masih 50 Kilogram,” ungkapnya. Kedepan, Bumdes yang akan mengelola sampah plastik warga desa. “Kami akan berikan setiap rumah tangga berupa kampil bernomor. Setiap Sabtu akhir bulan, kita angkut khusus sampah plastik, catat point di Bumdes. Nanti point yang didapat bisa ditukar dengan produk Bumdes,” jelasnya.(sar)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top