Sambut Nyepi dan Idul Fitri, Gubernur Koster Imbau Masyarakat Tetap Rukun

IMG_20260312_190146
IMBAUAN GUBERNUR-Gubernur Bali Wayan Koster di tengah apel gelar pasukan di mako Brimob Polda Bali, Tohpati, bersama Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya SIK.
DENPASAR -fajarbali.com |Dalam menyambut dua perayaan Agama yang jatuh dalam waktu yang berdekatan yakni Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri, Gubernur Bali I Wayan Koster berharap masyarakat saling menjaga toleransi kerukunan umat beragama. Hal itu dikatakan Gubernur Koster di tengah apel gelar pasukan di mako Brimob Polda Bali, Tohpati, bersama Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya SIK, pada Kamis 12 Maret 2026. 
 
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan majelis agama terkait kemungkinan malam takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. 
 
Dijelaskanya, apabila ada umat Muslim yang merayakan Idul Fitri pada 20 Maret dan melaksanakan takbiran pada 19 Maret, maka kegiatan tersebut diimbau dilaksanakan secara sederhana.
 
“Kami dorong agar takbiran dilaksanakan di rumah. Jika harus ke masjid, maka dilakukan di masjid terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara berlebihan, tanpa lampu yang mencolok, serta tanpa pawai,” beber Gubernur asal Buleleng ini. 
 
Ditegaskanya, bahwa kemungkinan tersebut hanya terjadi di sedikit tempat di Bali, terutama pada beberapa masjid yang diikuti oleh umat Muslim dari Muhammadiyah. 
 
“Dari data yang kami peroleh hanya sekitar empat masjid dengan jumlah peserta yang tidak banyak,” ucap Koster. 
 
Ia juga mengajak agar seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjaga dengan baik di Pulau Dewata. 
 
“Hal ini bukan pertama kali terjadi dan selama ini tidak pernah menimbulkan masalah, karena masyarakat Bali sudah terbiasa saling menghormati,” ungkapnya. 
 
Di sisi lain, Koster juga mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali hingga awal Maret 2026 menunjukkan tren peningkatan sekitar delapan persen dibandingkan periode sebelumnya. 
 
“Kondisi Bali yang aman dan kondusif membuat wisatawan merasa nyaman berkunjung. Ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali,” imbuhnya. 
 
Sementara itu, Kapolda Bali Irjenpol Daniel Adityajaya SIK membenarkan adanya kesepakatan bersama terkait perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang waktunya berdekatan. 
 
“Sudah ada seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi yang berdekatan dengan malam takbiran. Kami telah berkoordinasi dengan semua stakeholder dan tokoh agama agar semua kegiatan tetap berjalan dengan prinsip saling menghormati,” jelas mantan Kapolda Kalimantan Utara ini. 
 
Dalam kesepakatan tersebut, kegiatan takbiran di Bali dianjurkan dilaksanakan secara sederhana di masjid atau musala terdekat tanpa pawai kendaraan, tanpa petasan, serta tanpa penggunaan pengeras suara berlebihan, dengan waktu pelaksanaan antara pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
 
Selain itu, Polda Bali juga menyiapkan pola penanganan kemacetan di sejumlah jalur strategis seperti kawasan Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Padangbai, serta menyiapkan rencana kontinjensi menghadapi potensi bencana alam.
 
Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk memastikan keamanan rumah sebelum bepergian, memeriksa kondisi kendaraan serta kelengkapan surat-surat, dan tidak ragu menitipkan kendaraan atau barang berharga di kantor kepolisian terdekat.
 
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang sering muncul menjelang hari raya, seperti penipuan berkedok THR, donasi, atau undangan digital,” katanya. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top