Sambut Hari Kemerdekaan RI ke-77, LPM Kelurahan Legian Gelar Prokasih Hingga Festival Motor Hias

MANGUPURA-fajarbali.com | Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Legian berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Legian yang dipimpin Lurah Legian Ni Putu Eka Martini, Sabtu (13/8) menggelar aksi bersih-bersih di area Tukad Mati. Kegiatan yang disebut dengan Program Kali Bersih (Prokasih) ini dilakukan serangkaian menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.
 
Ketua LPM Kelurahan Legian, I Wayan Puspa Negara mengatakan memang mempunyai Prokasih yaitu program kali bersih dan sudah berlangsung selama dua tahun yang dilaksanakan setiap Minggu di area Tukad Mati. Ia juga menyebutkan, aksi bersih-bersih kali ini dirangkaikan dengan memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-77 dengan melibatkan masyarakat, siswa sekolah, pedagang di area Tukad Mati, dan stakeholder lainnya. Tujuannya agar Tukad Mati yang diproyeksikan sebagai destinasi tetap terjaga keasrian dan kebersihannya.
 
“Selain menggelar aksi bersih-bersih di area Tukad Mati, kami juga isi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dari Murni Teguh Hospital Tuban Bali. Sementara itu, kegiatan lainnya dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yaitu kegiatan charity mengunjungi veteran pejuang Republik Indonesia. Kebetulan masih ada satu orang anggota veteran yang usianya sudah 101 tahun asal Legian bernama Pekak Remyog. Kunjungan akan dilakukan pada tanggal 16 Agustus atau sehari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI dan kegiatan ini sudah rutin kami lakukan setiap tahunnya untuk memberi penghargaan dan apresiasi kepada pejuang veteran yang telah berjuang merebut kemerdekaan,” ungkap Puspa Negara.
 
Lebih lanjut Puspa Negara menjelaskan, agenda lainnya yakni menggelar donor darah. Disebutkan, aksi donor darah juga merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang kali ini dirangkaikan dengan memperingati Hari Kemerdekaan. “Selain itu, kami juga ada kegiatan sisipan yaitu festival sepeda motor hias yang diikuti oleh pedagang keliling yang beroperasi di Kelurahan Legian di bawah naungan LPM Kelurahan Legian. Mereka kita minta untuk turut berpartisipasi merayakan Hari Kemerdekaan meskipun kegiatannya kita buat secara sederhana mengingat situasi masih pandemi,” ujarnya.
 
Disinggung soal keamanan destinasi wisata di Kelurahan Legian, Puspa Negara mengatakan terus menggencarkan pelaksanaan pengamanan dengan melibatkan berbagai pihak terkait yang ada di Kelurahan Legian dan sekitarnya. Ia menerangkan ada 8 jenis destination disease atau penyakit destinasi yang teridentifikasi menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan atau masyarakat yang harus diatasi.
 
“Pertama itu ada copet dan jambret, kedua adalah penipuan money changer liar, ketiga gepeng/pengemis, keempat ada penjual tisu dan gelang liar, kelima adalah spa liar, keenam yakni ladyboy/waria yang melakukan tindakan yang tidak benar, ketujuh adalah orang yang ngumpul-ngumpul di depan toko tertentu yang berpotensi melakukan aksi kriminalitas, kemudian yang kedelapan adalah peredaran narkoba. Untuk mengantisipasi gangguan tersebut, kita prioritaskan dengan selalu melakukan patroli setiap harinya dengan melibatkan Satgas Linmas Kelurahan Legian yang diperkuat oleh Pam Swakarsa dan Pam Kamda,” bebernya dihadapan awak media.
 
Puspa Negara menilai, dengan dilakukannya pengamanan secara berkesinambungan tersebut maka diharapkan destinasi wisata di Kelurahan Legian khususnya dapat berjalan kondusif, aman, dan nyaman. Tidak hanya untuk wisatawan melainkan juga untuk masyarakat. M-001

Next Post

Kampanye Penurunan Stunting di Desa Patas, Buleleng TP PKK Bali Siap Berkontribusi Maksimal

Ming Agu 14 , 2022
BKKBN Bali berlanjut kampanye percepatanan penurunan stunting di Desa Patas, Gerokgak, Buleleng, Sabtu (13/8). SINGARAJA – fajarbali.com | Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus Provinsi Bali berlanjut di Desa Patas, Gerokgak, Buleleng, Sabtu (13/8), bertempat di GOR desa setempat. Berbeda dengan sebelumnya, acara yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga […]
Stunting-9ad7ece4