Sambut Harganas ke-32, BKKBN Gelar SEPADU KB, Utamakan Kualitas Keluarga Bukan Soal Jumlah Anak

IMG-20250618-WA0009
Semarak Pelayanan Terpadu KB (SEPADU KB), bertempat di RS Bali Mandara, Rabu (18/6/2025). 

DENPASAR-fajarbali.com | Memeriahkan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali menggelar Semarak Pelayanan Terpadu KB (SEPADU KB), bertempat di RS Bali Mandara, Rabu (18/6/2025). 

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., mengungkapkan, kehamilan berpotensi memengaruhi status gizi ibu dan bayi yang dikandungnya, karena kehamilan membutuhkan asupan nutrisi tambahan. 

Menurut dr. Luhde, sapaannya, jika seorang ibu hamil terlalu muda atau terlalu sering hamil dengan jarak yang terlalu dekat, dapat mengakibatkan risiko stunting pada anak-anak yang dilahirkan. 

Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa ibu hamil mendapatkan perawatan kesehatan prenatal yang memadai, termasuk pemantauan status gizi dan pendidikan gizi, serta menghindari kehamilan yang terlalu sering atau terlalu dekat antara satu dengan yang lain. 

Program KB yang tepat juga dapat membantu dalam merencanakan keluarga sehingga memberikan jeda yang cukup antara kehamilan, memungkinkan ibu untuk pulih sepenuhnya dan memastikan 

Bahwa bayi mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal. "Disinilah, program KB memegang peranan penting dalam pencegahan stunting," ujar dr. Luhde. 

Dalam menyukseskan program tersebut, maka BKKBN memiliki strategi di bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi yaitu meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan KB dan kesehatan reproduksi yang komprehensif berbasis kewilayahan dan fokus pada segmentasi sasaran. 

Adapun beberapa strategi dalam menjalankan kebijakan tersebut terdiri dari penguatan kemitraan dalam rangka menjaga kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi serta peningkatan jangkauan pelayanan KBKR di wilayah dan sasaran khusus. 

"Penyelenggaraan pelayanan KB di wilayah khusus merupakan salah satu upaya BKKBN dalam penurunan angka unmet need, peningkatan kesertaan ber-KB serta dan pemenuhan hak reproduksi masyarakat melalui pendekatan akses pelayanan KB berkualitas bagi seluruh masyarakat sebagaimana kegiatan yang kita laksanakan kali ini," ujarnya.

BACA JUGA:  Diskes Badung Pastikan Tak Gunakan Vaksin Astrazeneca No Batch CTMAV547

Ia mengakui bahwa pihaknya tidak dapat bekerja sendiri. Sehingga kolaborasi mitra dengan mitra kerja menjadi kunci kesuksesan di pelayanan KB. 

"Kegiatan kita pada hari ini merupakan untuk mendukung intensifikasi dan integrasi pelayanan KB di wilayah khusus yang dilaksanakan di seluruh Indonesia dan untuk di Bali kita branding dengan nama SEPADU KB (Semarak Pelayanan Terpadu KB). Dikatakan terpadu karena melibatkan peran serta para stakeholder, mitra kerja potensial dan tentunya tenaga lini lapangan," pungkasnya. 

Rangkaian SEPADU KB meliputi sosialisasi dan pelayanan KB. Untuk di Kota Denpasar sendiri mulai dilaksanakan dari tanggal 18 sampai 25 Juni 2025. SEPADU KB ini diharapkan menjadi jembatan mempermudah akses pelayanan KB kepada masyarakat, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga serta meningkatkan cakupan kesertaan KB khususnya KB MKJP sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Bidang Pelaynan RS Bali Mandara dr. I Ketut Widiyasa, MPH., menambahkan, kegiatan ini juga serangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Bidan ke-74 Tahun 2025.

Kata Widiyasa, Gebyar KB ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Sebab, keluarga yang berkualitas adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa. 

"Melalui program KB, kita tidak hanya berbicara tentang pembatasan kelahiran, tetapi lebih jauh lagi tentang bagaimana kita merencanakan kehidupan keluarga secara holistik, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan, hingga kesejahteraan ekonomi keluarga," kata Widiyasa.

Ia juga mengapresiasi peran bidan. Peringatan Hari Bidan yang ke-74 ini menjadi momentum penting untuk menghargai dedikasi dan pengabdian luar biasa dari para bidan di seluruh Indonesia karena di tangan para bidanlah, proses kelahiran ke dunia disambut dengan penuh kasih sayang, dan mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta memberikan edukasi tentang KB. 

BACA JUGA:  Hindari Sesak Napas dengan Gelang Cerdas

"Peran bidan sangat vital dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga," imbuh dia. 

RS Bali Mandara, lanjut dia, merasa sangat terhormat dan berterima kasih menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan KB yang optimal, komprehensif, dan mudah diakses oleh masyarakat. 

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi sarana prasarana maupun peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya para bidan, agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat," tuturnya.

Melalui Gebyar KB diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya perencanaan keluarga dan berbagai metode KB yang tersedia. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertanya, dan mendapatkan informasi yang tepat dari para ahli.

Puncak Harganas ke-32 berlangsung 29 Juni 2025 bertempat di Kota Tangerang, Banten. 

Scroll to Top