MANGUPURA-fajarbali.com | Kawasan megah Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park resmi dipilih menjadi panggung utama penyelenggaraan Road to Maybank Marathon. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pre-event resmi yang dirancang khusus untuk menyambut Maybank Marathon 2026, sebuah ajang lari bertaraf internasional yang dijadwalkan bakal menghentak Pulau Dewata pada 23 Agustus mendatang. Kehadiran program ini menjadi momentum krusial bagi para pegiat olahraga untuk mengukur kesiapan diri sebelum berkompetisi di ajang utama.
Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai menu latihan terukur, mulai dari pemanasan ringan hingga sesi lari bersama mengitari lanskap GWK yang ikonik. Melalui simulasi ini, para peserta tidak hanya diberikan ruang untuk mempersiapkan kondisi fisik secara bertahap, melainkan juga didorong untuk membangun konsistensi berolahraga. Aktivitas kolektif ini sekaligus berfungsi sebagai wadah edukasi mengenai pentingnya manajemen stamina dan kedisiplinan menjelang hari perlombaan.
Sebagai bagian dari Alam Sutera Group, GWK Cultural Park terus berkomitmen dalam mewujudkan visi korporasi untuk menghadirkan ruang publik yang mampu meningkatkan kualitas hidup manusia. Transformasi ini terlihat dari pemanfaatan kawasan yang kini tidak lagi terbatas pada destinasi wisata budaya dan tempat pagelaran acara besar semata. Manajemen yang profesional dan terkelola dengan baik berhasil mengubah GWK menjadi sarana olahraga pagi dan sore hari yang aman, steril, serta sangat nyaman bagi masyarakat luas.
Pihak manajemen menyambut positif sinergi ini karena dinilai sejalan dengan misi sosial yang diemban oleh GWK Cultural Park dalam mengampanyekan gaya hidup sehat. Sinergi ini diharapkan mampu memantik kesadaran masyarakat luas bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas musiman, melainkan sebuah kebutuhan dasar. “Kami menyambut baik kolaborasi dalam kegiatan Road to Maybank Marathon. Harapannya aktivitas seperti ini dapat memberikan pengalaman positif dan menjadikan olahraga sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik,” ujar Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch Rossie Andriani.
Pada akhirnya, kolaborasi strategis antara destinasi ikonik dan promotor olahraga ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para peserta serta komunitas lari lokal maupun internasional. Lebih dari itu, inisiatif ini membuka keran pemanfaatan ruang publik secara lebih produktif untuk berbagai kegiatan komunitas di masa depan. Melalui konsistensi penyelenggaraan acara serupa, ekosistem olahraga yang inklusif dan budaya gaya hidup sehat di ruang terbuka diyakini akan tumbuh semakin kokoh di Bali. (M-001)









