Realisasi Program Sembako di Klungkung Terkendala Bank

SEMARAPURA-fajarbali.com | Kabupaten Klungkung rupanya menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang belum menuntaskan pencairan bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial RI. Khususnya untuk program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (PBNT) dan juga bansos tahap III.

Penyebabnya, salah satunya karena ‘kelangkaan’ Himpunan Bank-bank milik Negara (Himbara). Di samping itu, adanya data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang harus diperbaharui karena faktor kematian.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Putra Mahajaya menjelaskan, keterlambatan realisasi program sembako terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Yang mana dari total 8.480 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ada sebanyak 213 KPM yang belum menerima bantuan. Mayoritas KPM yang belum menerima bantuan ini dikatakan terdapat di Kecamatan Nusa Penida.

Mahajaya mengatakan, sejatinya keterlambatan distribusi program sembako ini bukan disebabkan oleh kesalahan pemerintah daerah. Sebaliknya, justru dari pihak bank sebagai (Himpunan Bank-bank milik Negara (Himbara). Yang mana untuk distribusi program sembako Kabupaten Klungkung mendapatkan lokasi di Bank BTN. Semantara, keberadaan Bank BTN ini sangat terbatas. Lokasi terdekat hanya ada di Kabupaten Gianyar.

Kondisi ini tentu menjadi kendala ketika KPM yang mayoritas berasal dari Nusa Penida hendak merealisasikan bantuan. Tentu saja warga Nusa Penida membutuhkan biaya tambahan untuk sewa boat ataupun kendaraan menuju Bank BTN. “Yang belum terealiasi ini rata-rata dari Nusa Penida, yang notabene jauh dan tidak bisa mereka ke Bali daratan, jika mereka ke Bali daratan otomatis ada biaya-biaya mulai dari tiket, kendaraan di darat dan tidak bisa sendiri juga terlebih mereka yang orang tua,”jelasnya beberapa waktu lalu.

Pihak bank juga dikatakan sudah sempat melakukan upaya jemput bola ke Nusa Penida. Namun sayangnya, belum berhasil merampungkan realisasi bantuan. Lantaran masih ada sejumlah KPM yang mengalami persoalan pada data. Mahajaya memastikan sudah menyampaikan kendala-kendala tersebut kepada pemerintah pusat. Sehingga oleh Kemensos, dilakukan pergantian Bank Himbara untuk Kabupaten Klungkung.  Yang semula Bank BTN, pada tahun 2022 nanti akan dialihkan ke Bank Bank BRI. Sehingga persoalan yang sama tidak terulang kembali.

“Bantuan yang belum terealisasi akan langsung diberikan uang tunai oleh pihak bank Himbara, sesuai perintah Ibu Menteri, sehingga untuk Juli-September bisa tuntas minggu ini, mungkin Jumat ini ke Nusa Penida dibagikan oleh pihak bank, kita hanya memfasilitasi saja,” imbuhnya.

Selain realisasi program sembako yang terganjal, di Kabupaten Klungkung realisasi bansos tahap III juga belum tuntas. Untuk bansos tahap III, Kabupaten Klungkung memperoleh ‘jatah’ Rp4,175 Miliar dengan KPM sasaran sebanyak 5.846. Dari jumlah tersebut, hingga saat ini dikatakan masih ada sebanyak 25 KPM yang bermasalah. Yang mana, perlu dilakukan pembaharuan data, karena ada data penerima bantuan yang sudah meninggal. Sehingga data harus diganti dan dialihkan ke ahli warisnya. “Sebanyak 25 KPM itu masih mengurus berkas, karena ada yang sudah meninggal sehingga dilimpahkan ke ahli warisnya.  Untuk bansos tahap III ini Klungkung menerima Rp4,175 Miliar, dengan nilai setiap penerima berbeda sesuai dengan kreterianya,” ungkapnya. (dia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Ketat, Tahanan Polres Klungkung Tak Boleh Dibesuk Langsung

Kam Okt 21 , 2021
SEMARAPURA-fajarbali.com | Polres Klungkung memiliki terobosan baru untuk mencegah penularan Covid-19 di tahanan. Yakni dengan meluncurkan layanan zoom video call. Jadi pembesuk yang ingin berkomunikasi dengan tahanan tidak lagi dilakukan secara tatap muka, tetapi cukup dengan video call saja. Layanan inipun mulai diterapkan sejak Kamis (21/10/2021), dan tentunya tetap di […]