BANGLI-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kondisi proyek pemeliharaan jalan di perbatasan Desa Susut dengan Desa Selat belakangan menuai keluhkan dari masyarakat. Pasalnya, mesti baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu, proyek tersebut kondisinya kini memprihatinkan dan compang-camping. Bahkan ruas jalan tersebut, kini cukup banyak dihiasi lubang yang rawan menjebak dan membahayakan pengendara.
Terlebih kondisi jalan tersebut, cukup sempit akibat terhalang rumput gajah yang tumbuh dibagian bahu jalan.
Menurut sejumlah warga, kerusakan proyek pemeliraan jalan tersebut diduga lantaran kurang maksimalnya pemadatan tanah urug di lokasi senderan yang baru dikerjakan. Akibatnya, baru diguyur hujan sedikit tanah urug langsung hanyut sehingga meninggalkan lubang menganga. Terpantau sedikitnya ada tiga titik lubang yang cukup dalam di lokasi yang setiap saat rawan menyebabkan lakalantas. “Disini sering ada kendaraan terperosok, karena banyak lubang yang terdapat pas pada tikungan,”ujar salah satu warga yang namanya enggan ditulis.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Bangli I Made Natis saat dikonfirmasi terkait kondisi proyek pemeliharaan jalan yang baru selesai dikerjakan tersebut mengaku sangat menyayangkan. “Kalau penyebab kerusakan proyek pemeliharaan tersebut lantaran non teknis, kita masih bisa mentoleransi. Namun kalau kerusakan itu, lantaran teknis atau pengerjaaan yang tidak sesuai bestek, tentunya itu patut disayangkan,” ungkapnya, Kamis (18/11/2021).










