Proyek Mangkrak PPI di Pantai Karangdadi Terkubur Pasir

SEMARAPURA-fajarbali.com | Dibangun sejak tahun 2005 silam, proyek Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung bukannya semakin bagus, tapi sebaliknya justru mangkrak dan terkikis.

Hal itu terjadi seiring parahnya abrasi di pesisir pantai tersebut. Kerusakan proyek yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) itu kian parah. Bahkan sejumlah bangunan sudah hilang tergerus dan ada pula yang terkubur pasir.

Pantauan di lokasi, Selasa (5/10) terlihat kondisi PPI yang semakin tidak berbentuk.  Bangunan Padmasana dan bangunan penyimpanan es yang berada di sebelah utara dulu sudah berdiri kokoh, namun kini sudah tergerus dan tenggelam terkubur pasir. Satu-satunya bangunan yang masih terlihat adalah tower air. Itupun hanya sebagian, karena sebagian lagi juga tertimbun pasir.

Kondisi sama juga terjadi pada Padmasana, bangunan penyimpanan es yang berada di sebelah utara. Semua bangunan telah terkubur pasir laut.

Menurut salah seorang warga, Nyoman Dharma yang sehari-hari berjualan di sekitar lokasi, kondisi PPI semakin parah sejak dua bulan lalu. Tepatnya, ketika terjadi fenomena gerhana bulan. Sehingga air laut naik dan menyebabkan ombak besar. Ketika itu, bangunan PPI dikatakan diterjang ombak besar, sehingga sejumlah bangunan ambruk dan terkubur pasir laut.
“Kejadiannya saat gerhana bulan, sejak pukul 08.00-12.00 Wita ombak sudah besar. Air laut naik dan saat itu semua bangunan sudah terkubur pasir laut,” tuturnya.

Nyoman Dharma tentu sangat ingat kejadian tersebut, lantaran di hari itu dirinya juga sibuk memindahkan barang-barang dagangannya agar tak ikut menjadi korban. Warung sederhana miliknya bahkan sampai harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. “Sampai sekarang juga masih sering terjadi ombak besar. Biasanya saat hari purnama,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Dewa Sueta Negara mengatakan, kini pihaknya masih berupaya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali mengenai kelanjutan proyek PPI. Opsi untuk meneruskan proyek itupun dinilai perlu kajian mendalam. Mengingat abrasi di pesisir Pantai Karangdadi yang sulit dibendung. “Dengan kondisi saat ini perlu kajian mendalam jika ingin membangun ulang PPI tersebut. Apalagi pesisir Karangdadi juga sudah mengalami abrasi cukup parah,” terangnya.

Sebagai informasi, pembangunan proyek PPI ini dimulai sejak tahun 2005. Ketika itu, pembangunan dianggarkan Rp33 Miliar menggunakan anggaran DAU di atas lahan seluas 1,2 hektar. Sayangnya, kucuran dana dari pusat dilakukan secara bertahap.  Hingga tahun 2012 pembangunan mulai mangkrak padahal proyek sudah menghabiskan anggaran  Rp16 Miliar lebih. Sampai saat ini, ‘nasib’ proyek PPI ini belum menemui titik terang. (dia)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ditinggal Pulang Kampung, Rumah Kebakaran 

Sel Okt 5 , 2021
NEGARA-fajarbali.com | Rumah milik Ketut Suamba di Banjar Tegalasih Desa Batuagung Kecamatan Jembrana terbakar, Selasa (5/10/2021) sekitar pukul 15.00 wita. Saat terjadi musibah kebakaran itu, rumah dalam keadaan kosong, ditinggal pemiliknya pulang kampung ke Tabanan. Kejadian itu membuat warga di sekitarnya geger.  Save as PDF

Berita Lainnya