Polkesden Bantu Pengendalian Tuberculosis di Badung

MANGUPURA – fajarbali.com | Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar (Polkesden) bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Kemenkes Semarang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menggelar Pengabdian Masyarakat Unggul Nasional Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) di Desa Tibubeneng, lalu meluas ke wilayah Kuta Utara.

Dr. Komang Ayu Henny Achjar, SKM. MKep.SpKom, bertindak selaku ketua tim Pengabmas dengan anggota Dr. Aris Santjaka SKM., M.Kes., I Ketut Sudiantara. SKep. Ns. MKes., I Ketut Gama. SKM. MKes., I Nyoman Jirna, SKM., M.Si., serta Dr. Drs. I Wayan Sudiadnyana, SKM, MPH.

Setelah tujuh bulan melakukan pengabdian, pertengahan Desember 2021 lalu, kegiatan ditutup oleh Bupati Badung yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. Nyoman Gunarta bertempat di Aula Kantor Kepala Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Esok harinya, juga dilakukan review di Aula Polkesden yang menghadirkan, Zaeni Dahlan, S.Si.T, MPH, Dr. drg. Supriyana, M.Pd, serta Direktur Polkesden Dr. AA Ngurah Kusumajaya. SP. MPH.

Gunarta mengaku mengapresiasi kegiatan ini yang memberikan kontribusi nyata untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat Badung. Ia mengakui, persoalan kesehatan sangatlah kompleks, sehingga dibutuhkan sinergi berkelanjutan semua pihak, terutama civitas akademika dari perguruan tinggi bidang kesehatan.

Direktur Polkesden Dr. AA Ngurah Kusumajaya, SP., MPH., mejelaskan, dari awal institusi yang dipimpinnya memang mengusung konsep ‘link and match’ dalam melaksananan pengabdian kepada masyarakat sehingga apa yang menjadi kebutuhan benar-benar terjawab. ‘Link and match’ dimaksud dengan dinas kesehatan kabupaten/kota maupun provinsi.

Biasanya, dalam setiap pengabdian, Polkesden mengusung tema kolaborasi antar-jurusan dengan tujuan setiap permasalahan di lapangan mampu dipecahkan dengan masing-masing bidang kompetensi. Hal ini juga berlaku saat pengabdian nasional di Tibubeneng yang menyasar penderita tuberkulosis. “Semoga kami bisa memberi kontribusi bagi masyarakat luas,” harapnya, dikonfirmasi di Denpasar, kemarin.

Dr. Komang Ayu Henny Achjar. SkM. MKsp. Sp.Kom., membenarkan pengabdian tersebut fokus pada penanganan tuberkulosis yang jumlanya cukup tinggi di Kabupaten Badung. Gangguan kesehatan yang dominan diderita oleh kaum lanjut usia (lansia) ini, telah mampu ditekan melalui serangkaian program sejak April 2021 lalu.

“Kami ingin menciptakan pelayanan kesehatan tuberkulosis terintegrasi, meliputi penyuluhan tentang perawatan, asupan gizi, olah raga dan kesehatan lingkungan tuberkolusis terkait modifikasi kamar yang dihuni pasien, kamarisasi, ventilasi, pencahayaan, kelembaban, kepadatan, sirkulasi, suhu dengan melalukan modifikasi kamar/ bedah kamar TB dan pembuatan miniatur rumah s ehat sebagi contoh rumah sehat tuberkulosis,” jelasnya.

Selanjutnya, pengabmas ini bertujuan juga membentuk kelompok swabantu yang anggotanya dari penderita tuberkulosis untuk sharing informasi tentang konten penanganan tuberkulosis (media promosi kesehatan tuberkulosis, kesaksian/positive deviance, support group, pemberdayaan rumah sehat tuberkulosis).

“Kami telah menggelar pelatihan terintegrasi dalam penanganan kasus tuberkulosis yang melibatkan petugas Perkesmas Puskesmas, Tim KBS, PMO, kader, keluarga pasien tuberkulosis dan kelompok swabantu. Serta pemeriksaan kesehatan langsung pasien tuberkulosis yang dilakukan mitra (puskesmas) untuk kegiatan PSP,” imbuh Ayu Henny Achjar.

Selanjutnya, telah menggelar pemeriksaan kesehatan langsung pasien tuberkulosis yang dilakukan sekaligus saat setelah penyuluhan kesehatan kepada keluarga dan pasien (pengukuran vital sign dan pemberian terapi komplementer), pembuatan miniatur contoh rumah sehat yang digunakan sebagai media penyuluhan tuberkulosis untuk memberikan gambaran bagaimana lingkungan rumah yang diperlukan pada keluarga tuberkulosis.

Terkait modifikasi kamar pasien telah direalisasikan pada 2 keluarga yakni, Keluarga H. Samaun Abdul Rozag, yang terletak di Banjar Canggu Permai No. B 29, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, dan Keluarga Sugiyono/ Endang wahyuni, Dalung Permai Blok XX No. 6.

“Untuk merampungkan rumah sehat tuberkulosis tidak sampai memakan waktu satu bulan dari pembongkaran awal. Kami juga telah membagikan paket kebutuhan pokok untuk peningkatan daya tahan tubuh pasien tuberkulosis,” pungkasnya. (Gde)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Usia Bukan Halangan Lanjutkan Studi. Suriata, Doktor Pertama dari Desa Antiga

Kam Jan 13 , 2022
DENPASAR – fajarbali.com |  Masyarakat Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem boleh berbangga, sebab salah satu putra terbaikknya yang juga mantan Perbekel Desa Antiga (1993-2002) berhasil meraih gelar doktor setelah menamatkan studi di Program Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Udayana (Unud) belum lama ini.  Save as PDF

Berita Lainnya