Petani Diajak Beralih Gunakan Pupuk Organik, Uji Efektivitas, Bupati Suwirta Tanam Kedelai dengan Pupuk TOSS

Sebagai langkah awal mewujudkan pertanian organik, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama instansi terkait menanam bibit kedelai di lahan seluas 21,02 are. Penanaman kedelai ini akan menjadi pembuktian serta tolok ukur efektivitas penggunaan pupuk organik.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta pada kegiatan penanaman bibit kedelain dengan menggunakan pupuk organik.

SEMARAPURA-fajarbali.com I Seiring dengan meningkatnya produksi pupuk di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, para petani di Kabupaten Klungkung kini diajak untuk beralih agar menggunakan pupuk organik. Sebagai langkah awal mewujudkan pertanian organik, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama instansi terkait menanam bibit kedelai di lahan seluas 21,02 are. Penanaman kedelai ini akan menjadi pembuktian serta tolok ukur efektivitas penggunaan pupuk organik.

 

Bibit kedelai tersebut ditanam di Demplot Kajian Pupuk Olahan TOSS di Balai Bibit Utama (BBU) Provinsi Bali di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Jumat (5/8). Penanaman menggunakan alat mekanis yang praktis sehingga jarak tanam menjadi rapi dan pertumbuhan bibit merata. “Petani Klungkung harus berani beralih dari penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik,” ajak Bupati Suwirta.

 

Sebagai bentuk dukungan atas peralihan tersebut, Bupati Suwirta lantas menugaskan instansi terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung untuk menghitung kebutuhan pupuk organik di Kabupaten Klungkung dan menghitung jumlah ketersediaan pupuk organik yang ada. Hal ini, untuk menyukseskan program percepatan pertanian organik.

 

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida menyampaikan, kegiatan penanaman kedelai ini dilaksanakan di lahan seluas 21,02 Are. Ada dua jenis pupuk yang  digunakan, yakni pupuk hasil olahan TOSS (Ozaki) sebanyak 2 ton, dan pupuk NPK sebanyak 8 kilogram. Kemudian benih yang ditanam sebanyak 7,52 kilogram di lahan yang memanfaatkan Pupuk Ozaki, dan 4 kilogran benih di lahan dengan Pupuk NPK. Jenis Kedelai yang ditanam adalah Varietas Anjasmoro.

 

“Bibit kedelai yang digunakan merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI yang dikelola oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali,” terangnya dalam kegiatan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Pemkab Klungkung, I Ketut Suadnyana. W-019

 

Ida bagus Sudarsana

Next Post

Jadi Kota Pertama #POCOnyaBeraksi Fearless Roadshow, POCO Pacu Semangat Aksi Pemuda Bali

Sel Agu 9 , 2022
DENPASAR-fajarbali.com | POCO, brand teknologi global yang populer di kalangan penggemar teknologi muda dunia memulai #POCOnyaBeraksi Fearless roadshow, membawa produk flagship terbarunya POCO F4 Series yang baru saja diluncurkan pada Juli lalu ke 6 kota di Indonesia, antara lain Bali, Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Medan, dan Makassar. Mengusung tema “Fearless”, roadshow ini […]
Perangkat POCO F4 Series-a9e40f8a