Persaingan Kian Ketat, Pelaku IKM Diharapkan Tingkatkan Kualitas Produk

(Last Updated On: )

Denpasar-fajarbali.com | Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali khususnya industri kecil menengah (IKM), pemerintah Provinsi Bali melalui Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali meminta para pelaku usaha kecil dan menengah di daerah itu untuk terus meningkatkan kualitas sehingga bisa bersaing di kancah nasional dan internasional.

Selain meningkatkan kualitas dari isi produk, persoalan kemasan juga diharapkan dapat ditingkatkan dengan lebih kreatif dan inovatif, sehingga mampu memikat masyarakat maupun wisatawan untuk membeli.

  “Persaingan di usaha IKM semakin hari akan makin ketat. Jika tidak dipersiapkan secara baik dari sekarang, tentu kita akan ketinggalan dengan produk-produk dari luar. Sudah seharusnya kita perkuat kualitas produk dari segi pengemasan, komposisi bahan yang digunakan, hingga terdaftar di BPOM bagi IKM yang bergerak di bidang olahan kuliner. Seperti yang kita ketahui, di masa pandemi seperti saat ini, masyarakat sudah cerdas untuk membeli produk yang tentunya bermanfaat bagi kesehatan dan juga tahan lama khususnya untuk barang-barang kerajinan,” ungkap pemerhati UMKM, I Gusti Ayu Agung Lestari, Rabu (26/1).

  Agung Lestari mengatakan, untuk menggeliatkan kembali pertumbuhan dan perkembangan IKM lokal Bali, Dekranasda Provinsi Bali kembali menggelar event pameran IKM Bali Bangkit tahap 1 di tahun 2022. Menurutnya, program tersebut sangat penting untuk memberikan stimulus yang baik untuk kemajuan IKM di Pulau Dewata. Ia pun berharap, para pelaku IKM dapat memanfaatkan kesempatan dan ruang yang diberikan oleh pemerintah.

  “Begitu pula dengan masyarakat, harus mendukung IKM lokal Bali dengan cara membeli produk-produk khas Bali untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga perputaran ekonomi dapat berjalan dengan baik. Dengan menggunakan produk IKM asli Bali, maka kedepannya generasi muda juga akan semakin sadar, bahwa produk Bali juga memiliki kualitas yang sangat bagus dan layak untuk digunakan dalam gelaran apa saja. Ini juga sebagai ajang pelestarian dan promosi bagi wisatawan,” sebutnya.

  la pun kembali berpesan kepada semua pelaku UKM/IKM serta masyarakat untuk terus memuliakan warisan leluhur yang memang sudah terbukti kualitasnya, dengan cara bangga memakainya. “Kita sudah diwarisi karya yang sangat indah. Sangat baik dari segi kualitas dan juga modelnya. Tugas kita hanya bangga memproduksi dan memakainya, sehingga produk tiruan dari luar tidak menggantikan produk kita. Selain itu, pelaku IKM sudah seharusnya menerapkan penjualan melalui sistem online atau e-commerce guna menambah volume penjualan,” pungkasnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PTM 100 Persen Harus Diikuti Mitigasi dan 3T Secara Berkala

Rab Jan 26 , 2022
(Last Updated On: )Denpasar-fajarbali.com | Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen telah dilakukan di sejumlah daerah Indonesia termasuk di Provinsi Bali dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Praktisi kesehatan dr. Gunadi Ph.D., Sp.BA., mengatakan PTM 100 persen ini harus diikuti dengan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) oleh pemerintah.

Berita Lainnya