Perkuat Standar EMRAM Level 6, Kasih Ibu Hospital Bali Integrasikan Ekosistem Tanda Tangan Digital Privy untuk Optimasi Layanan

Perkuat Standar EMRAM Level 6, Kasih Ibu Hospital Bali Integrasikan Ekosistem Tanda Tangan Digital Privy untuk Optimasi Layanan
Perkuat Standar EMRAM Level 6, Kasih Ibu Hospital Bali Integrasikan Ekosistem Tanda Tangan Digital Privy untuk Optimasi Layanan

DENPASAR-fajarbali.com | Kasih Ibu Hospital Group kembali memperkuat transformasi digital layanan kesehatan dengan mengintegrasikan teknologi Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi dari Privy ke dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan standar digitalisasi rumah sakit setelah sebelumnya Kasih Ibu Hospital meraih EMRAM (Electronic Medical Record Adoption Model) Level 6 pada tahun lalu.

Integrasi ini ditujukan untuk mengoptimalkan proses administrasi internal dan operasional rumah sakit, termasuk pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan, agar lebih cepat, aman, dan memiliki kekuatan hukum.

Direktur PT Kasih Medikatama, dr. I Gusti Ngurah Rai mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi kelanjutan dari roadmap digitalisasi yang telah dijalankan pihaknya.

“Pencapaian EMRAM Level 6 tahun lalu adalah bukti bahwa digitalisasi sudah menjadi DNA di Kasih Ibu Hospital. Kolaborasi dengan Privy ini bukan sekadar digitalisasi dokumen, melainkan upaya kami untuk terus meningkatkan efisiensi operasional yang selama ini sudah berjalan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi ini membuat koordinasi dengan mitra vendor dan administrasi internal menjadi lebih tangkas, aman secara hukum, dan transparan tanpa mengabaikan keamanan data.

Sebelum penandatanganan nota kesepahaman (MoU), layanan Privy disebut telah digunakan dalam berbagai proses administrasi internal rumah sakit. Teknologi TTE tersertifikasi tersebut dinilai mampu mempercepat proses persetujuan dokumen, meningkatkan efisiensi lintas departemen, serta mengurangi penggunaan dokumen fisik.

Peresmian kerja sama dilakukan melalui penandatanganan MoU secara elektronik di Denpasar pada Rabu, 13 Mei 2026 oleh Direktur PT Kasih Medikatama, dr. I Gusti Ngurah Rai, bersama Vice President Business Development Privy, Bara Sakti Walandouw.

Bara mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas ekosistem kepercayaan digital atau digital trust di sektor kesehatan, khususnya di luar Pulau Jawa.

BACA JUGA:  PWI Akhirnya Tandatangani Panitia Bersama Kongres Persatuan

“Sektor kesehatan memiliki kebutuhan yang sangat tinggi terhadap sistem administrasi yang cepat, aman, dan terpercaya. Terlebih Bali sebagai wilayah strategis karena fasilitas kesehatannya dituntut memberikan layanan efisien, bukan hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga wisatawan,” katanya.

Menurut dia, digitalisasi administrasi yang terintegrasi dengan SIMRS menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh, termasuk dalam proses pengadaan rumah sakit.

Privy sendiri merupakan penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia. Perusahaan tersebut mengklaim telah memiliki lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi dan digunakan oleh lebih dari 200 ribu perusahaan serta institusi di Indonesia.

Pada kuartal I 2026, Privy mencatat peningkatan 250 persen atau setara 30 juta tanda tangan elektronik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut disebut mencerminkan tingginya adopsi solusi digital di berbagai sektor, termasuk kesehatan. (dj)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top