MANGUPURA-fajarbali.com | InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali mempertegas posisinya sebagai pengelola kawasan pariwisata berstandar global dengan memperketat aspek keselamatan di The Nusa Dua. Melalui penyerahan bantuan sarana patroli laut kepada Satuan Polisi Air (Satpolairud) di Wantilan, The Nusa Dua, ITDC menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah pesisir. Bantuan yang terdiri dari satu unit rubber boat patroli, mesin boat, serta lima unit life jacket ini diharapkan mampu mempercepat respons petugas dalam menghadapi potensi gangguan maupun kecelakaan laut di area destinasi unggulan tersebut.
Sinergi ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Denpasar bersama jajaran pimpinan Polsek Kuta Selatan dan Satpolairud, sebagai bentuk dukungan lintas sektor yang solid. Langkah kolaboratif ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi preventif untuk memastikan sistem pengamanan di wilayah perairan tetap kondusif bagi wisatawan. Dengan garis pantai sepanjang empat kilometer yang mencakup area vital seperti Pulau Peninsula dan Nusa Dharma, pengawasan yang ketat menjadi prioritas utama guna mengimbangi tingginya aktivitas wisata di kawasan terintegrasi ini.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menekankan bahwa karakteristik geografis The Nusa Dua menuntut kesigapan tinggi dalam penanganan keamanan perairan. Menurutnya, intensitas interaksi antara wisatawan dan laut di kawasan ini sangat dinamis, sehingga kehadiran sarana patroli yang memadai menjadi kebutuhan yang mendesak. "Kolaborasi dengan Satpolairud adalah langkah strategis untuk memastikan kawasan tetap aman. Keamanan adalah fondasi utama dalam menciptakan pengalaman berwisata yang berkelanjutan," ujar Troy.
Penguatan sistem keamanan ini juga dipandang sebagai upaya integral untuk menjaga citra The Nusa Dua di mata internasional. Sebagai destinasi yang kerap menjadi lokasi ajang bergengsi dunia, faktor kenyamanan dan keselamatan tamu adalah harga mati. Dengan dukungan sarana yang lebih mumpuni, pengawasan rutin di sepanjang pesisir diharapkan menjadi lebih optimal, sekaligus memberikan rasa tenang bagi para pelancong yang menikmati keindahan pantai Bali tanpa rasa khawatir akan risiko keamanan.
Sebagai simbol dimulainya sinergi operasional, kegiatan ini dilanjutkan dengan patroli laut gabungan yang bertolak dari Dermaga Quicksilver, Tanjung Benoa. Patroli ini mendemonstrasikan bagaimana koordinasi antara pengelola kawasan dan aparat keamanan dapat berjalan beriringan secara taktis di lapangan. Implementasi nyata ini menjadi bukti bahwa ITDC tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada manajemen risiko yang komprehensif demi menjaga stabilitas wilayah perairan yang menjadi aset utama pariwisata.
Troy menambahkan bahwa pihaknya akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperbarui standar keamanan di kawasan. Baginya, sarana dan prasarana yang baik adalah kunci untuk menghadirkan layanan berkelas dunia yang kompetitif di level global. “Komitmen ini selaras dengan misi besar perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pariwisata nasional agar tetap berdaya saing tinggi dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung,” pungkasnya.
Melalui inisiatif ini, ITDC tidak hanya meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan di The Nusa Dua, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata nasional yang berkualitas. Langkah preventif dan penguatan fasilitas patroli ini diharapkan mampu meminimalisasi gangguan keamanan secara signifikan. Dengan demikian, The Nusa Dua tetap kokoh sebagai ikon pariwisata Indonesia yang mengedepankan harmoni antara keindahan alam, kenyamanan fasilitas, dan jaminan keamanan yang prima. (M-001)










