Perempuan Diminta Tingkatkan Kemandirian Ekonomi

NEGARA–fajarbali.com |Sebanyak 60 orang yang berasal dari anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Jembrana mengikuti Workshop tentang peningkatan perempuan dalam pengambilan keputusan di aula Jimbarwana, Selasa (26/2/2019).

Workshop yang digelar Dinas PPPA PPKB Jembrana tersebut, untuk meningkatkan wawasan perempuan dakam kaitan meningkatkan kemandirian ekonomi serta mewujudkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan Workshop tersebut digelar selama dua hari, Selasa (26/2) hingga Rabu (27/2).

Workshop tersebut tidak hanya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan kiprah perempuan dalam berbagai aspek kehidupan keluarga, masyarakat dan negara. Peran itu, tentunya tanpa meninggalkan sifat-sifat maupun kodrat sebagai wanita. Dalam Workshop dua hari tersebut, selaku narasumber berasal dari IWAPI, Kejaksaan Negeri Neara dan Perwakilan Media Massa.

“Perempuan kiranya dapat memanfaatkan peluang dari pesatnya perkembangan ekonomi termasuk ekonomi digital. Partisipasi itu diharapkan dapat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Jembrana,” ujar Ni Luh Ketut Suwitri Sekdis PPPA PPKB membacakan sambutan Kepala Dinas Ni Kade Ari Sugianti.

Kaum perempuan katanya juga diminta kritis melihat isu-isu berkembang dimasyarakat serta berkontribusi aktif dalam langkah penyelesaian. Demikian juga halnya soal tentang isu kemerosotan moral, seperti kekerasan perempuan dan anak, kekerasan seksual serta penyalahgunaan narkoba dikalangan anak. Perempuan tidak boleh tinggal diam, karena salah satu penyebab permasalahan itu adalah masalah ekonomi keluarga.

Dalam workshop itu juga disinggung mengenai langkah kementerian pemberdayaan perempuan dan anak, dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak, yang dikemas dalam program three ends. Yaitu  akhiri kekerasan, akhiri perdagangan manusia serta akhiri kesenjangan akses ekonomi pada perempuan.

Organisasi wanita diminta tidak boleh lepas dan mesti ikut andil dalam menanggulangi kasus-kasus tersebut dimasyarakat.” Untuk mewujudkan three ends itu tidak hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas bersama diantara lembaga masyarakat, dunia usaha serta media massa yang ada. Organisasi wanita di Jembrana harus mampu berkiprah nyata, mendukung program-program pemerintah khususnya penanggulangan kasus perempuan dan anak di Jembrana, “tandasnya. (prm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Unik dan Menarik, Inilah Tradisi Megoak-goakan di Desa Kintamani

Sel Feb 26 , 2019
BANGLI-fajarbali.com | Tradisi berupa tari Megoak-goakan tidak hanya ditemui di Desa Panji, Buleleng saja. Tradisi serupa nyatanya juga bisa ditemui di desa Kintamani, Bangli yang digelar setahun sekali bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi Desa, Selasa (26/02/2019).
BPD BALI