Perempuan di Begal Tewas, Pihak Kerabat Korban Desak Polisi Tangkap 3 Pelaku

IMG_20260210_182855
TKP BEGAL-Lokasi aksi begal korban Juhaeryah Velina di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung.
MANGUPURA -fajarbali.com |Penyelidikan kasus begal di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, pada Sabtu 7 Februari 2026 sekitar pukul 22.27 Wita, hingga menewaskan pengendara sepeda motor perempuan asal Banten, yakni Juhaeryah Velina (46) terkesan jalan di tempat. Sejauh ini, tiga pelaku belum tertangkap dan masih bebas berkeliaran. 
 
Terkait hal ini, pihak kerabat korban dari Pengurus Nasional Honda ADV Indonesia melalui Ketua HAI Chapter Badung, Dessy Sagita, mendesak Polisi agar para pelaku segera ditangkap dan bertanggung jawab atas kematian korban. 
 
"Kami dari Pengurus Nasional dan seluruh Keluarga Besar Honda ADV Indonesia, mengutuk dan menuntut tanggung jawab dari pelaku atas kejadian pembegalan yang berujung hilangnya nyawa, yang menimpa member kami dari Honda ADV Indonesia Chapter Badung," tegas Dessy dalam keterangan persqnya, pada Minggu 8 Februari 2026. 
 
Selain itu, pihak keluarga juga meminta Polisi untuk segera menuntaskan kasus tersebut, agar tidak menimpa korban-korban lainnya. 
 
"Kami berharap semoga pihak kepolisian segera dapat menuntaskan kasus ini dan menjadikan kejadian ini yang terakhir di Bali, sehingga keamanan dan kenyamanan pengendara motor (khususnya perempuan) di Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata utama, tetap terjaga," tegas Dessy. 
 
Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika korban pulang mengendarai sepeda motor. Usai mengikuti rapat dan Kopdar (Kopi Darat) dengan Klub motor Honda ADV Chapter Badung di The Forum Gallery Cafe, Kerobokan Kelod, Kuta Utara. 
 
Korban asal Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupayen Tangerang, Provinsi Banten itu lalu menuju ke rumahnya di daerah Kuta. Setiba di TKP,  motor yang dikendarai korban dipepet motor para pelaku berusaha merampas tas milik korban. 
 
Kata Dessy, berdasarkan keterangan saksi dan CCTV di lokasi kejadian, para pelaku hendak merampas tas korban. Namun saat terjadi tarik menarik tas, korban hilang keseimbangan dan menabrak tiang listrik. Selanjutnya korban tidak sadarkan diri dan para pelaku kabur. 
 
"Korban dilarikan ke rumah sakit Garba Med setelah mengalami luka serius di kepala dan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit pada minggu, sekitar pukul 00:10 WIB, 08 Februari 2026," tutupnya. 
 
Sementara itu, aparat kepolisian Polsek Kuta Utara belum berhasil meringkus pelakunya. Saat ini, jajaran Polres Badung bersama Polsek Kuta Utara masih mendalami penyelidikan, mengecek rekaman CCTV di seputaran lokasi dan memintai keterangan para saksi. 
 
Menurut Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, pihaknya masih mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap identitas kendaraan dan para pelaku. 
 
"Sampai saat ini kami baru mengumpulkan 14 rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian," jelas Kompol Agus Pasek. 
 
Dari penyelidikan sementara, para pelaku tersebut berjumlah tiga orang diduga pemain pemula yang dengan modus spontanitas. 
 
"Kenapa kami menyebut para terduga pelaku ini spontanitas karena mereka beraksi menyasar siapa saja secara spontanitas asal ada kesempatan. Kami juga belum memastikan secara detail dari ketiga pelaku yang menarik tas korban itu pelaku yang mana," terangnya. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top