Pencinta Musik di Bali Rayakan International Record Store Day 2021

MANGUPURA-fajarbali.com | Sejumlah kolektor dan penggemar musik di Bali khususnya pencinta album musik yang dirilis dalam bentuk fisik, Sabtu (12/6/2021) menggelar kegiatan untuk merayakan International Record Store Day 2021. Acara yang digelar di Hard Rock Cafe, Kuta Bali diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan para penggemar musik khususnya kalangan milenial pada album musik fisik, baik berupa piringan hitam, kaset, CD dan Band Merchandise.


“International Record Store Day merupakan sebuah ajang Internasional yang di lakukan serentak di seluruh dunia, dan Bali adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang terlibat dalam acara ini. Melalui perayaan Record Store Day ini kami ingin kembali menghidupkan kecintaan masyarakat terhadap album musik dalam format rilisan fisik,” ungkap penggerak Record Store Day Bali, Andhika Gautama.

Ia mengatakan, Record Store Day sebenarnya diperingati secara serentak di seluruh dunia pada tanggal 13 April. Namun, berhubung ada pandemi Covid-19, peringatan itu baru bisa diadakan di Bali saat ini.

“Dengan adanya perayaan Record Store Day setiap tahunnya, kami berharap dapat berdampak pada kultur dunia musik dan format musik di era yang serba digital,” katanya.

Baca juga :
Pendapatan Sektor Pajak Kecil dan BHP Belum Cair, Perbekel Diminta Bijak Kelola Dana BHP
Maksimalkan WFB, UMKM Bisa Jadi Pendukung Pemulihan Ekonomi

Menurutnya, akibat penyebaran musik dalam bentuk digital, banyak toko-toko musik baik skala besar maupun kecil mulai meredup sejak sekitar tahun 2000.

“Jadi dalam perayaan ini kami juga menyediakan stan-stan yang menjual album-album musik dalam bentuk fisik seperti dalam bentuk kaset tape, piringan hitam dan CD,” kata Andhika.

Selain menghadirkan stan yang menjual rilisan musik dalam bentuk fisik, perayaan Record Store Day di Bali juga menampilkan pertunjukan musik yang menampilkan sejumlah Disk Jockey (DJ) dan beberapa band seperti The Hydrant, RollFast, koesbilindo, Nonekos , Ninefolds , Sugar Thrills, Dive Collate, The Sneakers, Hamdani Harsoyo, dully, The Bajahitam, WHATEVERSAMS dan ZIO.

“Penampilan itu merupakan bentuk apresiasi kami terhadap pelaku musik. Jadi melalui perayaan ini kami tidak hanya sekedar menghadirkan jejaring distribusi tapi juga menyisipkan edukasi terhadap pentingnya album rilisan fisik. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, yakni Sabtu (12/6/2021) dan Minggu (13/6/2021) ini menampilkan 40 Record Stores, 16 Band, 15 Album Release Baru, dan 30 DJ Piringan Hitam. 30 DJ Piringan Hitam yang hadir akan memeriahkan dengan berbagai macam Genre Musik dari Indonesia Lawas, Punk, Reggae, Rock hingga music Electronik dan semua dimainkan dalam format Piringan Hitam,” bebernya.

Sementara salah seorang pengunjung, Roy mengatakan, ia sengaja datang ke perayaan Record Store Day Bali untuk berburu kaset-kaset band beraliran metal kesukaannya.

”Banyak kaset-kaset yang dijual membuat saya ingin memborongnya. Ini tadi saya sudah membeli beberapa kaset dan satu kaos band, ini akan saya jadikan koleksi,” katanya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kerugian Capai Jutaan Rupiah, Sebuah Warung Di Tanggahan Tengah Diobok-obok Maling

Sen Jun 14 , 2021
BANGLI-fajarbali.com | Aksi pencurian dengan cara membobol sebuah warung terjadi di wilayah Polsek Susut, Bangli. Dampaknya, korban menderita kerugian hingga jutaan rupiah.
BPD BALI