DENPASAR -fajarbali.com |Remaja asal India, inisial SA (14) ditemukan tewas tenggelam di kolam renang hotel di Jalan Bypass Ngurah Rai nomor 28, Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur, pada Rabu 1 April 2026 sekitar pukul 21.10 Wita. Kematian korban sangat mengejutkan pihak keluarga. Padahal diketahui, korban hendak mengikuti turnamen sepakbola International di Bali bersama teamnya.
Kejadian ini terungkap setelah salah seorang karyawan hotel, Aldegonsa Veriosmi (21) sedang membuang sampah pada Rabu 1 April 20206 sekitar pukul 21.10 Wita. Saat kembali melewati jembatan di atas kolam saksi asal Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur itu curiga melihat ada bayangan hitam di bawah air dasar kolam.
Saksi lantas memanggil karyawan bagian Ingenering, Pujawan yang kebetulan sedang menabur obat kolam dan melaporkan ada orang tenggelam. Mendengar itu, saksi Pujawan langsung lari ke arah kolam renang, diikuti karyawan lainnya yakni security, karyawan restauran dan bagian Resepsionis.
Mereka langsung melompat ke dasar kolam dan sertamerta mengangkat korban ke atas lalu membawa ke kazebo. Terlihat, korban mengenakan celana pendek dan baju warna hijau serta mengenakan kaos kaki warna putih.
Para saksi sempat menekan dada korban beberapa kali namun tidak ada nafas, dan selanjutnya korban dibawa ke RS Dharma Yadnya dengan mobil hotel. Namun nahas sebelum mendapatkan perawatan korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
"Korban sudah meninggal saat dibawa ke rumah sakit," ungkap Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Ketut Tomiyasa, pada Minggu 5 April 2026.
Kapolsek mengatakan korban dan team sepakbolanya diketahui sudah beberapa hari tinggal di hotel tersebut. Mereka sedianya akan mengikuti turnamen international di Bali.
Hal ini dikatakan Manager Club KV Sport India, Ajay Kumar (26), sebelum korban ditemukan meninggal sekitar pukul 19.30 Wita, dirinya sempat mondar-mandir di pinggir kolam. Disana, ia melihat di kolam kecil ada 2 orang sampai 3 orang bermain. Sedangkan di kolam dewasa ada 9 orang sampai 10 orang bermain.
Berbeda di Garden, ada 2 orang sampai 3 orang bermain sepak bola. Saksi mengaku tidak fokus sama anak-anak yang main di kolam besar dan kecil. Menginggat waktu itu saksi lagi teleponan sekitar pukul 19.51 Wita.
Tak lama berselang, saksi Ajay Kumar balik ke kamar hotel di lantai 2 dan tidur. Beberapa saat sekitar pukul 20.23 wita, saksi pergi dari hotel bersama team 29 hendak makan ke Restauran Samusa Bali Jalan Danau Tandakan No 12, Sanur.
Dari 31 anak, hanya 1 anak yang diajak makan bersama orang tuanya. Sementara korban, SA berdiam di hotel. Namun, sekitar pukul 21.24 Wita, saksi mendapat info dari team member lain bahwa ada salah satu anak dari team yang tengelam.
Panik, saksi lantas balik ke hotel bersama team yang berjumlah 29 orang, balik ke hotel pukul 21.33 Wita. Saksi bersama 4 orang mengarah RS Dharma Yadnya.
Kapolsek Tomiyasa mengatakan dari hasil penyelidikan diduga korban meninggal karena tenggelam di dalam kolam kedalaman 2 meter. Tim Unit identifikasi Polresta Denpasar sudah melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi jenazah korban di RS Dharma Yadnya, Denpasar.
"Saat ini jenasah dititipkan di RS. Bali Mandara. Diduga korban meninggal karena tenggalam di dalam kolam renang. Nihil ditemukan kekerasan, di hidung sebelah kiri mengeluarkan buih halus warna putih," pungkasnya. R-005









