PDIP Bali Tunggu Keputusan DPP Terkait ‘Nasib’ Dua Kader

“Kami di DPD PDIP Bali tidak ada memutuskan sanksi, kami menyerahkan sepenuhnya pada DPP sesuai aturan partai,” tandasnya.

(Last Updated On: )

Dewa Made Mahadnyana

DENPASAR-fajarbali.com

Kabar mengenai pernikahan kader PDIP Bali yakni I Kadek Diana dengan Ni Luh Kadek Yustiawati mendapat perhatian dari induk partainya. Bahkan, PDIP Bali langsung menggelar rapat internal beberapa waktu yang lalu. Diketahui, kedua kader banteng tersebut sama-sama duduk di DPRD Bali. Kadek Diana merupakan anggota Komisi III DPRD Bali, sedangkan Ni Luh Kadek Yustiawati adalah anggota Komisi IV DPRD Bali.

Sejatinya, pada tahun 2020 lalu, kedua kader tersebut sempat tersangkut isu perselingkuhan pada saat gelaran Kongres PDIP kala itu. Namun, isu tersebut reda lantaran dinyatakan tidak terbukti. Akan tetapi, pada Bulan akhir Maret beredar foto Kadek Diana dengan Ni Luh Kadek Yustiawati melakukan prosesi upacara pernikahan secara agama di salah satu Griya Sulinggih, Kabupaten Tabanan beberapa bulan lalu.

Menindaklanjuti hal itu, DPD PDIP Bali melakukan pemanggilan terhadap kedua kadernya ini. Kadek Diana bersama istri Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati memenuhi panggilan pada 4 April 2023 lalu. Hasil pertemuan tersebut, DPD PDIP melakukan rapat bersama pengurus DPD PDIP pada 9 April 2023.

Bendahara DPD PDIP Bali yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahadnyana menyatakan, semua keputusan terkait kedua kader tersebut akan diserahkan ke DPP PDIP. Hal itu ia sampaikan usai mengikuti rapat tahapan Pemilu di DPP PDIP yang ditemui di Hotel Holiday Inn and Suites Jakarta, Rabu (12/04).

Menurutnya, DPD PDIP Bali telah membuat surat yang merujuk pada hasil pembahasan bersama para pengurus pada tanggal 09 April lalu. Hanya saja, di dalam surat tersebut tidak disertakan ataupun diputuskan terkait sanksi.

Oleh karena itu, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDIP di Jakarta. “Kami di DPD PDIP Bali tidak ada memutuskan sanksi, kami menyerahkan sepenuhnya pada DPP sesuai aturan partai,” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Dewa Jack ini menyatakan, saat dimintai keterangan pada rapat tersebut, kedua kader itu mengakui sudah melangsungkan pernikahan dan dipuput oleh Ida Sulinggih di Desa Nyit Dah, Kabupaten Tabanan. Namun hanya secara agama saja.

Yang jadi masalahnya, apakah disaksikan oleh Kelihan Adat, dinas dan keluarga, itu belum jelas terlebih lagi persetujuan istri yang pertama. Menariknya, saat dikonfirmasi mengenai hari dan bulannya, yang bersangkutan mengakui lupa. “Tidak ingat kejadiannya dan muncul penyakit lupa,” jelas Dewa Jack.

Lebih lanjut, politisi asal Buleleng ini mengakui dirinya datang ke Jakarta untuk menghadap DPP. Selain mengikuti rapat DPP membahas tahapan pemilu 2024 sekaligus mengantarkan keputusan rapat DPD PDIP Bali pemanggilan Kadek Diana dan Kadek Dwi Yustiawati. “Kita ke DPP untuk menghadiri rapat pembahasan tahapan pemilu 2024. Sebagai partai besar dan partai penguasa saat ini, ingin dalam setiap tahapan pemilu PDIP ingin yang terdepan disemua tahapan termasuk pada Pemilu 2024, golnya sebagai pemenang pemilu,” tambahnya.

Sementara itu, berkaitan dengan tahapan Pemilu 2024, baik Kadek Diana maupun Ni Luh Kadek Yustiawati saat ini masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) untuk Pileg tingkat provinsi. Yang mana, Kadek Diana dapil Gianyar, sedangkan Kadek Yustiawati dari Dapil Klungkung. Hal tersebut sesuai dengan keputusan Ketua Umum DPP PDIP bahwa seluruh petahana tetap diakomodirnya, dalam DCS. Dalam pengisian bakal calon anggota legislatif pada DCS perhelatan pileg 2024 ini mencapai 120 persen dari jumlah kursi yang diperebutkan di setiap dapil.

Dengan demikian, pihaknya masih menunggu hasil  keputusan dari DPP terhadap ‘nasib’ kedua kader tersebut. Apabila sanksi yang diberikan berupa pemecatan, tentunya DCS yang disusun saat ini akan berubah. Yakni diganti dengan kader lainnya.  “Sekarang belum ada keputusan, namanya masih tetap masuk dalam DCS anggota legislatif di DPRD Bali,” tutupnya.

 

Next Post

Terungkap, Kedua Oknum UPPKB Cekik Setiap Hari Pungli Rp 20 Ribu Hingga Rp 50 Ribu

Rab Apr 12 , 2023
Uang Hasil Pungli Dibagi ke Komandan Regu Dengan Jumlah yang Berbeda-beda
IMG_20230412_164908

Berita Lainnya