GIANYAR – fajarbali.com | Perumda Tirta Sanjiwani (PDAM Gianyar) mengambil langkah untuk membebaskan denda bagi pelanggan sambungan air. Kebijakan pembebasan denda ini diambil untuk meringankan beban masyarakat saat covid 19 berlangsung. Dikalkulasi besaran denda mencapai Rp 335,8 juta lebih.
Dirut Perumda Tirta Sanjiwani, Made Sastra Kencana, Senin (20/4/2020) menjelaskan pembebasan denda akan dilakukan sampai situasi normal kembali. “Untuk bulan April perusahaan sudah membebaskan denda pelanggan dengan besaran Rp 335,8 juta, pembebasan denda ini sampai situasi normal kembali,” jelasya. Dirut Sastra Kencana juga menjelaskan pembebasan bagi pelanggan yang masa waktunya kena denda dan disegel juga cukup banyak. Yaitu mencapai 5.015 sambungan pelanggan dan nulainya mencapai Rp 1 miliar lebih. “Kalau sampai dengan 24 April kena segel sebanyak 5.013 dikalikan dengan 50.000 menjadi Rp 250.560.000. Penyambungan kembali 5.015 dilakikan 150.000 sama dengan Rp 751.950.000 sehingga jika ditotalkan lebih dari 1 miliar,” bebernya. Disbanding jumlah pelanggan sebanyak 60.214 sambungan rumah, jumlah pelanggan 5.000-an itu sekitar 8% dari pelanggan keseluruhan.
Bahkan bila ada pelanggan yang ingin melakukan sambungan kembali, PDAM tidak akan mengenakan biaya. Walau hal tersebut dikatagorikan sebagai sambungan baru. “Kami baru bisa sebatas penghapusan denda, sedangkan pelayanan kami terus berupaya yang terbaik. Masyarakat juga telah member informasi kalau ada permasalahan terhadap sambungan,” jelas Sastra Kencana. Terkait persoalan sambungan, di lapangan terjadi berbagai persoalan. “Mungkin karena stay at home, pemakaian air meningkat,” jelasnya. Kasus ini terjadi di Distric Meter Area (DMA) cabang Blahbatuh terjadi penurunan tekanan, yang disinyalir ada bocor, ternyata setelah ditelusuri ada peningkatan pemakaian air secara bersamaan.
Sastra Kencana juga menjelaskan air PDAM sudah mengandung chlorine, sehingga cukup efektif membunuh virus.(gds).