Pangan Denfest 2025 Bebas Zat Berbahaya, BBPOM Denpasar Pastikan Kuliner Aman Konsumsi

u7-1000455324
BBPOM di Denpasar gelar uji sampling terhadap puluhan jenis kuliner yang dijajakan di Denfest 2025. (Tha)
DENPASAR-fajarbali.com | Perhelatan Denpasar Festival (Denfest) ke-18 tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas budaya, tetapi juga barometer keamanan pangan bagi masyarakat dan wisatawan. Balai Besar POM (BBPOM) di Denpasar melakukan langkah proaktif dengan menggelar uji sampling terhadap puluhan jenis kuliner yang dijajakan pada Sabtu (20/12). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap hidangan yang dinikmati pengunjung bebas dari kandungan zat kimia berbahaya.
Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menguji sebanyak 36 sampel makanan yang memiliki potensi kerawanan tinggi. Berbagai menu populer seperti sate cumi, sate ikan marlin, bakso, batagor, hingga kudapan tradisional jajan Bali dan ketupat menjadi sasaran pemeriksaan. Pengujian dilakukan secara cepat melalui metode rapid test guna mendapatkan hasil akurat di lokasi festival.
 
Hasil dari pengecekan intensif tersebut membawa kabar baik bagi para pecinta kuliner. Seluruh sampel yang diuji dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan negatif dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil. “Hasilnya semua memenuhi syarat. Jadi sudah zero penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan di Denfest tahun ini,” tegas Adhi Aryapatni.
 
Peningkatan pengawasan terlihat dari jumlah sampel yang diambil, di mana tahun ini jumlahnya meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebanyak 28 sampel. Penambahan ini dilakukan guna menyesuaikan dengan keberagaman produk kuliner yang hadir di stan-stan festival. Meskipun cakupan pemeriksaan diperluas, tren positif tetap terjaga karena hasil pemeriksaan tahun lalu pun menunjukkan predikat aman yang serupa.
 
Keberhasilan mencapai angka nol penyalahgunaan bahan berbahaya ini diakui sebagai buah dari upaya preventif yang sistematis. Sebelum festival dimulai, BBPOM telah melakukan sosialisasi intensif kepada para pelaku UMKM mengenai tata cara pengolahan pangan yang baik. Edukasi tersebut mencakup aspek sanitasi, higienitas produk, hingga larangan keras penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang oleh regulasi kesehatan.
 
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, menekankan bahwa keamanan pangan adalah prioritas sejak tahap awal seleksi. "Proses kurasi dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah kota dengan BBPOM untuk memantau kelayakan usaha. Kami bahkan terjun langsung ke lapangan guna memastikan komitmen para pedagang dalam menjaga kualitas sajian mereka," terangnya.
 
Ketatnya proses seleksi tercermin dari data kepesertaan Denfest ke-18 ini. Dari total 215 UMKM yang mendaftar, hanya 156 pelaku usaha yang lolos secara administrasi. Setelah melalui tahapan kurasi yang mendalam, akhirnya terpilih 84 UMKM terbaik yang berhak memamerkan produk mereka. Proses kurasi ini tidak main-main, karena melibatkan para ahli dari Ikatan Chef Indonesia (ICA) untuk menjaga standar rasa dan penyajian.
 
Melalui sinergi antarlembaga dan pengawasan yang ketat, Denpasar Festival 2025 berhasil membuktikan diri sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi penikmat kuliner. Langkah ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM lokal sekaligus memperkuat citra Denpasar sebagai kota kreatif yang peduli pada aspek kesehatan publik. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top