DENPASAR - Fajarbali.com | Oknum dokter bernama Irfana hanya bisa menyesal saat majelis hakim pimpinan I Gede Rumega menjatuhkan vonis 2 tahun dan 10 bulan penjara dalam sidang yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (23/3/2021).
Dalam amar putusan yang dibacakan di muka sidang, hakim menyatakan bahwa terdakwa irfana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP.
Sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.
Sedangkan hal yang memberatkan akibat perbuatan terdakwa saksi korban dokter Elizabeth Lisa Ernalis mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 miliar.
"Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 10 bulan. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan dan membayar biaya perkara," demikian putusan hakim yang dibacakan dihadapan terdakwa.
Vonos ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Adnyana yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dipenjara selama 3,5 tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penipuan yang dilakukan terdakwa bermula saat kedatangan saksi korban ke rumah terdakwa di Klungkung pada 24 Juni 2018 silam.
Kedatangan saksi korban untuk bersilaturahmi usai istri terdakwa yakni dokter Argiya Ayu Perwitasari melahirkan.
Di sana saksi yakni istri terdakwa menawarkan kepada saksi korban untuk masuk ke spesial kedokteran kulit di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.










