Mimih, 70 Persen ODHA di Gianyar Kalangan Muda

GIANYAR-fajarbali.com | Jumlah orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Kabupaten Gianyar setiap tahunnya cenderung menunjukkan kenaikan. Bahkan bila dikomulatifkan sejak Tahun 1987 berjumlah 1.244 kasus. Sedangkan di tahun sebelumnya ditemukan sebanyak 1.015 kasus.



“Ini jumlah komulatif di Kabupaten Gianyar, data ini yang Tahun 2017 lalu,“ terang Sekretaris KPA Gianyar, Anak Agung Suardana, Kamis (25/1/2018).

Dari data yang diungkapkan, di tahun 2017 lalu ada peningkatan jumlah sebanyak 129 kasus berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Bila dibandingkan dengan data sebelumnya, jumlah kasus di tahun 2010 terdapat  132 kasus, 2011 ada 110 kasus, 2012 ada 85 kasus,  tahun 2013 ada 156 kasus, 2014 ada 155 kasus, 2015 ada 177 kasus dan tahun 2016 ini sampai Juni terdapat 36 kasus.

“Dari kasus yang ada tersebut, sebagian besar sudah kita tangani dan yang cenderung menghindar juga banyak,“ terangnya. Disamping itu, diduganya masih ada yang belum terdata, karena sulitnya melakukan pendataan.

Yang mencengangkan, menurutnya dari 129 kasus ODHA di tahun 2017 tersebut, 70 persen didominasi umur 20-39 tahun. Sedangkan angka Balita hanya 2,4% yang mana penularannya dari ibu kandungnya. Sedangkan umur produktif yang mengidap tersebut diduga mendapat penularan saat usia remaja atau usia sekolah yang melakukan seks bebas.




“Sebutlah bila diketahui mengidap di umur 22 tahun dan masa inkubasi HIV 5-10 tahun, artinya 5 tahun sebelumnya sudah pernah melakukan hubungan bebas,“ terangnya. Kendati demikian, bila dibandingkan dengan kasus per kecamatan, maka kasus terbanyak terjadi di Gianyar Utara dan Gianyar Selatan.

“Banyak yang menduga kasus terbanyak di Ubud, karena heterogen dan kampung turis, namun sesungguhnya kasus lebih banyak di Gianyar atas,“ jelasnya tanpa merinci kecamatan yang dimaksud.

Langkah yang dilakukan KPA Gianyar selain melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah juga melakukan sosialisasi ke desa adat, atas permintaan warga. “Sosialisasi terus kami lakukan, termasuk pendampingan terhadap ODHA,“ bebernya.

Bahkan bendesa adat atau desa dinas juga bisa meminta kepada KPA untuk melakukan sosialisasi, agar ODHA tidak dikucilkan. Disisi lain, yang paling memegang peranan penting adalah kondisi rumah tangga yang saling mengetahui dan komunikasi yang baik antar sesama anggota keluarga.




Dikatakannya juga, dari kasus yang terjadi yang terkena selain masyarakat umum dengan berbagai profesi. “Karena kasusnya lebih banyak pada umur 20-39 tahun, kami sangat berharap orang tua mengawasi perilaku anaknya, bila umur 25 sudah kena artinya di umur belasan pernah hidup liar,” jelasnya.

Sedangkan bagi ibu hamil sangat diharapkan melakukan pemeriksaan secara rutin, agar jangan sampai bayi dalam kandungan ikut terdampak HIV/Aids. Dijelaskannya juga, bila dilihat dari aspek perilaku hidup, tidak semuanya benar bahwa penularan datangnya dari kafe atau kehidupan malam lainnya. Karena perilaku saat remaja yang lebih banyak memberi pengaruh, seperti halnya kehidupan liar di luar sekolah. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Operasi Pasar di Mambal, Satu Ton Beras Ludes Dalam Satu Jam

Kam Jan 25 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Operasi Pasar Beras yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, UKM  dan Perdagangan bekerjasama dengan Perum BULOG Provinsi Bali berlanjut di Pasar Mambal, Kamis (25/1/2018).