DENPASAR -fajarbali.com |Kasus penemuan orok untuk kedua kalinya terjadi. Sebelumnya di kawasan sungai Taman Pancing, Denpasar Selatan, pada Selasa 4 November 2025 sore. Hanya saja, kasus ini belum berhasil diungkap Polisi.
Kali ini, penemuan orok di dalam got atau selokan, persisnya di depan kamar kos-kosan di Jalan Kebo Iwo Selatan Gang Nangka 4D, Denpasar Barat, pada Sabtu 8 November 2025 sekitar pukul 12.45 Wita.
Menurut keterangan saksi Wayan Sumartini (49) ia sedang mengasuh cucunya, dan salah satunya lari ke arah timur. Saksi yang tinggal di Jalan Kebo Iwa Selatan Gang Nangka Sari no 4B, Padang Sambian, Denpasar ini ikut mengejarnya.
"Tiba-tiba saksi melihat ada bayi orok di selokan depan kamar kosan nomor 4D," ungkap Kompol Sukadi, pada Minggu 9 November 2025.
Penemuan ini lantas disampaikan kepada saksi warga bernama Komang Sri. Mereka bersama-sama melihat ke lokasi, dan ternyata benar ada bayi orok di selokan air dalam keadaan membusuk. Saksi lalu menghubungi suaminya Wayan Sukarta untuk melaporkan kepada Kepala Dusun.
Diinterogasi Polisi, saksi Wayan Sumartini mengaku tidak tahu menahu, dan tidak pernah memperhatikan di lingkungan sekitar terkait apakah ada ibu-ibu yang hamil. Keseharian saksi fokus untuk mengurus rumah tangga dan mengasuh cucu.
Kompol Sukadi menuturkan, posisi bayi orok saat ditemukan tersangkut di selokan air yang sedang mengalir. Posisi kepala ke arah barat dan kaki di timur dengan posisi tengadah.
Selain itu, bayi orok sudah dalam keadaan membusuk, terlihat kepala sudah pecah dan badan sudah rusak. Kemudian, ada tali pusar merah masih menempel di badan orok dan tangan kanan bayi orok sudah hilang.
Kompol Sukadi menjelaskan, dari hasil olah TKP petugas Inafis Polresta Denpasar terdapat lebam mayat, badan terdapat luka - luka karena pembusukan.
"Bayi orok sudah dibawa ke RSUP Prof Ngurah mengunakan mobil ambulans milik petugas BPBD Denpasar. Masih diselidiki," pungkasnya. R-005










