Memanas, Simpatisan Gus Kris Datangi Polresta

IMG_20260106_183747
BERI DUKUNGAN-Puluhan massa datangi Polresta Denpasar guna mendukung pemeriksaan terhadap Gung Kris.
DENPASAR -fajarbali.com |Kasus penganiayaan di Jalan Akasia XVI B, Banjar Buaji Anyar, Kesiman, Denpasar Timur pada malam tahun baru Rabu 31 Desember 2025, kian memanas. Setelah aksi saling lapor, puluhan massa mendatangi Polresta Denpasar guna mendukung pemeriksaan terhadap Gus Kris yang sebelumnya dilaporkan oleh korban KBAPS (24). 
 
Puluhan massa mendatangi Polresta Denpasar sekitar pukul 09.30 Wita. Mereka merangsek masuk melalui sisi timur gerbang Polresta Denpasar dengan mengenakan pakaian adat madya. Terlihat ada kuasa hukum Gus Krisna. 
 
Namun kedatangan massa secara spontanitas ini langsung dihadang anggota Dalmas Polresta Denpasar. Polisi terlihat berjajar di depan gerbang dengan mengenakan seragam dinas lengkap. Mereka mengarahan massa agar tetap  tertib. 
 
Sementara itu, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Wiranata mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 100 personel untuk siaga di area mako. Sehingga kegiatan berlangsung kondusif dan masa sudah membubarkan diri. 
 
Dibeberkanya, kehadiran massa tersebut bersifat spontanitas sebagai bentuk solidaritas kepada Gus Kris. 
 
"Ya, kehadiran massa ini murni spontan. Sesuai hasil koordinasi sebelumnya, tidak ada pengerahan massa dari pihak mana pun. Yang dijadwalkan hadir hanya kuasa hukum dan beberapa saksi," ungkapnya. 
 
Kompol Wiranata mengatakan, dari informasi penyidik Satreskrim Polresta Denpasar, pemeriksaan yang dilakukan terhadap Gung Kris masih sebatas klarifikasi. 
 
"Ada 4 orang yang menjalani pemeriksaan didampingi kuasa hukumnya. Tidak ada massa yang diperiksa, mereka hanya datang untuk memberikan dukungan," ujarnya. 
 
Diberitakan, peristiwa penusukan ini terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Akasia XVI B, Banjar Buaji Anyar, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Rabu 31 Desember 2025 malam. Seorang pria berinisial KBAPS (24) mengalami luka tusuk dibagian perut dan tangan. 
 
Penusukan ini terjadi karena ketersinggungan Gung Kris setelah menerima laporan dari anaknya, ada orang tak dikenal melarangnya bermain petasan di TKP. Sang anak juga mengaku dianiaya. Sehingga Gung Kris marah dan kemudian datang ke TKP membawa tombak dan tanpa ba bi bu menyerang korban. 
 
Akibatnya korban dilarikan ke rumah sakit dengan luka pada telapak tangan kanan, bagian bawah perut dan sekitar tangan kanan. Yang menarik, kasus ini berujung saling lapor ke Polresta Denpasar. R-005

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top