Melasti, Sampah di Pantai Belum Mendapat Perhatian

GIANYAR-fajarbali.com | Prosesi Melasti yang dilaksanakan Umat Hindu di Bali dan Gianyar khususnya menjadi daya tarik wisatawan asing yang kebetulan melintasi iringan pemelastian. Bahkan iring-iringan Melasti ini mengundang decak kagum oleh wisatawan saat momen menjelang Perayaan Nyepi. Walau mendapat momen gratis, wisatawan ini nampaknya mengeluhkan kesadaran masyarakat terkait sampah yang masih berserakan di areal pemelastian.
 

Hal ini diungkapkan Ketua Trash Hero Saba, Wayan Aksara, Rabu (14/3/2018). “Sisi positifnya wisatawan mendapat tontonan gratis, namun masih memiliki kelemahan yaitu belum sadarnya akan kebersihan terkait sampah sehabis melaksanakan upakara,” jelas Wayan Aksara. Dikatakannya, masyarakat yang melakukan penyucian diri, namun masih menyisakan persoalan, seperti sampah di pantai. Dirinya hanya bias menghimbau dan mengajak masyarakat untuk mulai sadar akan kebersihan lingkungan, “Selain tubuh bersih sekala niskala, alam juga mesti bersih,” harapnya.
 
Menurut Wayan Aksara, persoalan sampah tersebut bukan murni diselesaikan oleh pemerintah saja. Namun dituntut peran aktif masyarakat secara luas untuk ikut menjaga kebersihan. Walau demikian, Wayan Aksara sebagai pelaku dan pemerhati lingkungan berharap pemerintah menyediakan fasilitas tong sampah di pantai. “Paling tidak tempat sampah dari karung goni atau sejenis, sehingga sampah terkumpul,” harapnya. Sedangkan dirinya aktif pula memasang spanduk ajakan yang bertuliskan “Malu dong buang sampah sembarangan” Spanduk/baliho ajakan ini dipasang di sejumpah titik, utamanya pada areal yang digunakan untuk pemelastian. “Bahkan di hari minggu nanti, kami bersama komunitas melakukan pembersiahn sampah di pantai,” terang Wayan Aksara.
 
Menyikapi keluhan dari pemerhati lingkungan, Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra menilai peningkatan volume sampah karena prosesi Melasti tidak bertambah signifikan. “Disamping itu, sampah dari upakara pemelastian bersifat organic, sehingga efek bahayanya sedikit, namun yang jelas mengganggu dan mengotori pantai,” jelas Kujus Pawitra. 
 
Bercermin dari tahun sebelumnya, DLH Gianyar pernah menyediakan tong sampah di sejumlah titik pantai. Namun tong sampah tersebut tidak dimanfaatkan dan berakhir hilang. “Tidak ada yang menjaga dan tidak difungsikan oleh warga yang ke pantai, akhirnya hilang,” terang Kujus Pawitra lagi. Solusi yang diberikan DLH adalah disediakannya truk sampah, yang secara berkala sampah itu diangkut ke TPA. Kujus Pawitra juga berharap kepada warga yang melakukan pemelastian agar membuang sampah pada tempatnya. “Kami mohon kepada karma agar tidak membuang sampah sembarangan, dan kalau bias menyediakan kantong plastic untuk sampah yang terbuang tersebut,” harap Kujus Pawitra.W-010
 

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hari ini Satresnarkoba Musnahkan Miras, 780 Liter Tuak dan Arak Hendak di Edarkan di Gianyar

Rab Mar 14 , 2018
GIANYAR-fajarbali.com | Satresnarkoba Polres Gianyar berhasil mengamankan 780 liter tuak dan arak dari hasil operasi 6 Februari sampai 10 Maret lalu. Ratusan liter tuak dan arak ini diamankan dari empat pelaku berbeda di wilayah hokum Polres Gianyar. Kasaresnarkoba Polres Gianyar, Kompol Gusti Putu Dharmanatha menyebutkan ratusan liter Miras tersebut hendak diedarkan […]

Berita Lainnya