Program ini dirancang secara terstruktur dengan durasi tinggal antara 7 hingga 21 hari, mencakup:penjemputan bandara, akomodasi di kawasan unggulan, dan transportasi lokal. Untuk Layanan Medis: Berupa perawatan di rumah sakit mitra dan fasilitas medis profesional. Sementara Wellness & Budaya: terdapat layanan di wellness center terkurasi dan kunjungan ke daya tarik wisata budaya.
Ketua BMTA, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes, menekankan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci layanan yang aman, beretika, dan sesuai standar. Fasilitas kesehatan yang terlibat dalam kemitraan ini meliputi: Sada Jiwa Healthcare, Bali Royal Hospital, Prima Medica Hospital, Unicare Clinic, Bhakti Rahayu, Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center.
Target pasar utama program ini adalah wisatawan mancanegara, segmen senior (aging population), pasien pasca-tindakan medis, serta pasar domestik premium. Segmen ini dikenal memiliki durasi tinggal dan nilai belanja yang lebih tinggi dibandingkan wisatawan biasa.
Kolaborasi ini sejalan dengan program Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata dalam menjadikan wisata kesehatan sebagai pilar strategis pembangunan pariwisata Indonesia. Melali Bali Group dan BMTA optimis Bali akan semakin kukuh sebagai destinasi utama medical tourism di kawasan Asia yang berlandaskan kearifan lokal dan keberlanjutan. (dj)










