Mabuk Alkohol, Turis China Ngaku Diperkosa Pemotor di Semak-semak

IMG_20260325_173743
Ilustrasi perkosaan di semak semak.
PECATU -fajarbali.com |Turis asal China inisial RF (22) mengaku menjadi korban perkosaan oleh pengendara sepeda motor usai mabuk-mabukkan di Bar II Salotto Bali, Pecatu, Kuta Utara. Insiden pemerkosaan terjadi di semak semak saat melintas di Jalan Labuan Sait, Pecatu, Kabupaten Badung, pada Senin 23 Maret 2026 dini hari. 
 
Kejadian itu membuat korban syok berat dan melaporkan kejadian ke Polda Bali. Laporan itu dibenarkan Kabid Kombes Pol Ariasandy, pada Rabu 25 Maret 2026. Dikatakanya, peristiwa itu bermula sekitar pukul 01.00 WITA, korban dan temannya berinisial AK, perempuan, asal Kazakhstan mendatangi bar Il Salotto Bali, Pecatu, Kuta Selatan, Badung. 
 
Disana, mereka minum-minum alkohol hingga sekitar pukul 04.00 WITA. Selanjutnya, AK pamitan pulang terlebih dahulu. Tak lama, korban juga meninggalkan bar tersebut. Namun ia tidak sadar sudah berada di atas sepeda motor.
 
"Diduga dalam kondisi mabuk alkohol korban baru sadar bahwa dirinya di atas sepeda motor yang dikendarai oleh seorang laki‑laki tak dikenal berkaus biru gelap," ungkap Kombes Ariasandy. 
 
Di tengah perjalanan, korban melihat pengendara tersebut membawanya di jalan beraspal dengan area banyak pepohonan dan rerumputan pada kanan dan kiri serta terdapat lampu jalan di satu sisi jalan. 
 
Sementara tidak jauh titik tersebut, pelaku menghentikan kendaraannya sebelah kanan pinggir jalan, lalu memarkirkan kendaraan tersebut. Korban pun bertanya 'Why You Stop Here? (kenapa kamu berhenti disini)' dan si pelaku menjawab 'Let’s Have Fun Here (ayo bersenang-senang disini)'. 
 
"Tapi ajakan tersebut ditolak korban dengan mengatakan 'No No'," bebernya. 
 
Namun, pelaku turun dari motor dan terus mengajak korban hingga akhirnya korban ikut turun dari motor tersebut. Pelaku memaksa korban untuk berbuat mesum dan menarik tangan korban hingga ke sebuah semak-semak. 
 
Ironisnya, pelaku menekan menekan bahu korban hingga terduduk pada semak-semak. Pelaku kemudian menurunkan celana panjangnya sampai di atas lutut hingga memperlihatkan kemaluannya. 
 
"Dari pengakuan korban, ia terus dipaksa hingga merasa ketakutan dan menangis. Korban terpaksa merebahkan dirinya di atas semak-semak. Pelaku kemudian menurunkan celana dalam korban lalu melakukan perbuatan tidak senonoh," jelas Ariasandy. 
 
Perwira melati tiga dipundak itu menjelaskan, perbuatan tersebut berlangsung sekitar 2-3 menit. Usai melancarkan aksinya, korban meminta pelaku mengantarnya pulang ke penginapannya. Namun dengan syarat korban meminjamkan HP miliknya untuk membuka maps (pengarah jalan). 
 
Karena terdesak, korban memberikan HP Iphone 14 warna Ungu kepada pelaku. Selanjutnya, pelaku mengatar korban ke penginapannya di Wingsu Guest House, Jalan Pantai Berawa, Nomor 33, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. 
 
Setiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WITA, pelaku mengatakan, “You said you wanna go to hotel with me (katanya kamu mau ke hotel bersama saya), tapi korban kembali menolak. Korban kemudian memberikan uang Rp150.000 kepada pelaku agar pergi, lalu masuk ke penginapan. 
 
"Baru sampai di tangga menuju kamar, korban baru menyadari bahwa handphone-nya masih dibawa pelaku. Ia langsung keluar mencari pelaku namun pelaku sudah tidak ada. Kejadian ini masih dalam penyelidikan," pungkasnya. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top