Libur Imlek Bebas Cemas, Pentingnya Proteksi Diri di Tengah Lonjakan Mobilitas

Imlek
Libur Tahun Baru Imlek menjadi momen istimewa untuk berwisata bersama keluarga.

JAKARTA-fajarbali.com | Momentum libur panjang Tahun Baru Imlek selalu menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk pulang kampung maupun berwisata bersama keluarga. Namun, di balik kemeriahan tradisi dan rencana perjalanan yang telah disusun, tingginya mobilitas masyarakat pada periode ini membawa tantangan tersendiri. Mulai dari kepadatan arus transportasi yang memicu keterlambatan jadwal, risiko kehilangan barang bawaan, hingga potensi gangguan kesehatan di tengah cuaca yang tak menentu, menjadi risiko yang membayangi para pelancong.

Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (“Sompo Insurance”), Maria Susana, mengatakan untuk menghindari pengalaman liburan yang mengecewakan atau "zonk", persiapan matang menjadi syarat mutlak sebelum melangkah keluar rumah. “Langkah pertama yang harus dipastikan adalah pengaturan jadwal yang presisi serta keamanan dokumen penting. Selain itu, pengecekan berkala terhadap status transportasi dan akomodasi sangat disarankan guna mengantisipasi perubahan mendadak yang sering terjadi pada musim puncak liburan (peak season),” jelasnya.

Maria Susana menjelaskan, salah satu aspek yang kini mulai menjadi perhatian utama wisatawan modern adalah kepemilikan asuransi perjalanan. Perlindungan ini bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen krusial untuk memitigasi risiko finansial akibat pembatalan perjalanan atau kebutuhan medis darurat. “Wisatawan diimbau untuk lebih cermat dalam memilih polis yang mencakup kompensasi keterlambatan hingga perlindungan bagasi, guna menjamin ketenangan selama berada di destinasi tujuan,” ujarnya.

Menariknya, momen Imlek sering kali dibarengi dengan berbagai penawaran menarik dari perusahaan asuransi. Memanfaatkan promo khusus Imlek untuk perlindungan perjalanan dinilai sebagai langkah finansial yang cerdas. Dengan biaya yang lebih ekonomis, pelancong bisa mendapatkan cakupan perlindungan maksimal, baik untuk rute domestik maupun internasional, sehingga anggaran liburan tetap terjaga dari pengeluaran tak terduga yang membengkak.

BACA JUGA:  Era New Normal, Sektor Pariwisata Dituntut Adanya Layanan Baru

Menutup rangkaian persiapan tersebut, Maria Susana menekankan bahwa esensi dari liburan yang berkualitas adalah ketenangan pikiran. Menurutnya, memilih asuransi bukan sekadar gaya hidup, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga. "Libur yang nyaman bukan hanya soal destinasi, tapi juga kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Menjadikan asuransi perjalanan sebagai bagian dari perencanaan adalah kunci. Libur nyaman dan aman, siapa takut?" pungkasnya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top