Kunker ke Inggris, AA Gde Agung Promosikan Pariwisata Bali, Kerukunan Antar-umat hingga Jelaskan Tri Hita Karana di Birmingham University

DENPASAR – fajarbali.com | Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA Gde Agung memanfaatkan kunjungan resminya ke Inggris belum lama ini, sebagai momentum ‘rebranding’ pariwisata Bali. Selain itu, Bupati Badung (2005-2015) ini juga memaparkan tentang kerukunan antar-umat beragama serta konsep Tri Hita Karana di Birmingham University.

Di sela jamuan makan malam oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Pada Kerajaan Inggris, AA Gde Agung, menjelaskan bahwa pariwisata Bali sudah berangsur pulih setelah dua tahun lumpuh dihantam Pandemi Covid-19. Membaiknya situasi pariwisata ditandai dengan dibukanya penerbangan internasional bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Menariknya lagi, wisman yang datang ke Pulau Dewata tidak lagi perlu karantina serta menggunakan Visa on Arrival (VoA) yang dimulai pada 7 Maret 2022 lalu. Yang penting sudah vaksin ketiga (booster).

“Saya juga sampaikan kesiapan akomodasi wisata di Bali sudah mantap dengan fasilitas prokes dan standar Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) serta capaian vaksinasi penduduknya sudah sesuai target bahkan melampaui,” jelas AA Gde Agung ditemui di Denpasar, Senin (18/4).

Dia yakin, orang Inggris dan Eropa umumnya menyimpan kerinduan terhadap Bali. “Saya mohon kepada Pak Dubes Berkuasa Penuh agar membantu sosialisasi pariwisata kita ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan lain, masih dalam rangkaian kunjungan kerja di Tanah Ratu Elizabeth, Panglingsir Puri Ageng Mengwi ini juga berdiskusi dengan akademisi Birmingham University tentang kerukunan antar-umat beragama. Ia memang cukup berpengalaman di bidang isu ini karena bagian dari pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Badung.

“Di Inggris penduduknya juga sangat beragam. Memang mayoritas Kristen, tapi dibagi lagi. Muslimnya juga sekarang banyak. Belum yang lain. Tapi mereka tidak punya forum (kerukunan antar-umat) seperti kita di Indonesia. Mereka sangat kagum dan tertarik,” kenangnya.
AA GDE 2Senator AA Gde Agung tukar cinderamata dengan akademisi di Birmingham University.

Falsafah lokal Bali, Tri Hita Karana juga menjadi bahan diskusi yang tak kalah menarik antara dirinya dengan kaum terpelajar di Birmingham University yang notabene perguruan tinggi kelas dunia tersebut.

Di saat AA Gde Agung menjelaskan konsep Parhyangan, Palemahan dan Pawongan, ia mengaku orang-orang Inggris manggut-manggut dengan sorot mata tajam ke arahnya. “Artinya mereka sangat paham, dan mungkin dalam hatinya ‘bener juga nih’ ajaran dari Bali.

Dalam pengamatannya selama di Negeri Tiga Singa itu, sebenarnya rakyat Inggris sudah menerapkan ajaran Tri Hita Karana, yakni menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama dan lingkungan. Hanya saja belum maksimal dan tidak memiliki konsep yang jelas seperti masyarakat Bali.

“Untuk itu, berbanggalah kita sebagai orang Bali yang diwariskan ajaran yang sangat luar biasa oleh leluhur kita. Ajaran yang bikin orang asing kagum,” pungkas AA Gde Agung. (Gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Rakorda II Sahlikada 2022 di Buleleng Suradnyana Dukung Pameran Pelayanan Kesehatan Tradisional

Rab Apr 20 , 2022
SINGARAJA – fajarbali.com  I Bupati Putu Agus Suradnyana mendukung pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) II Staf Ahli Kepala Daerah (Sahlikada) tahun 2022 di Buleleng. Rakorda ini dirangkaikan dengan Pameran Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali dari masing-masing kabupaten/kota.”Ini langkah yang sangat baik untuk memperkenalkan obat-obatan tradisional. Pengobatan tradisional sifatnya pencegahan seperti jamu. […]
BPD BALI