Kunjungan ke Pantai Kuta Meningkat, Aktivitas Pedagang Mulai Menggeliat

MANGUPURA-fajarbali.com |  Seiring dengan melandainya kasus Covid-19 dan pelonggaran PPKM level 3 di Bali, pemerintah kembali membuka sebagian besar daerah tujuan wisata (DTW) yang ada di Bali. Kendati pembukaan dilakukan dengan terbatas dan pengunjung diwajibkan untuk melakukan skrining melalui aplikasi PeduliLindungi, namun antusias masyarakat maupun wisatawan domestik (wisdom) yang datang ke DTW di Bali sangat besar.

Bahkan kunjungan bisa mencapai ribuan orang per harinya. Salah satu objek wisata yang kini tengah ramai dipadati pengunjung adalah Pantai Kuta, Kabupaten Badung.

  Kembali dibukanya akses pintu masuk bagi pengunjung ke Pantai Kuta, tak hanya disambut gembira oleh para pengunjung. Sejumlah pedagang di pantai tersebut pun merasa lega karena dapat kembali beraktivitas untuk mengais rezeki. Dari hasil pantauan, Minggu (10/10) pagi, sebagian besar pedagang di pesisir Pantai Kuta sudah mulai menggelar dagangannya, baik berupa pernak-pernik khas Bali, sarung pantai, dan sebagainya. Sebagian besar pedang mengaku lebih memilih menjual produk minuman dan makanan. Para pedagang pun bersyukur perekonomiannya berangsur-angsur mulai bangkit.

  Salah seorang pedagang di Pantai Kuta, Puspa mengaku bersyukur bisa kembali berjualan. Namun dengan kondisi saat ini, pihaknya masih memilih untuk menjajakan produk minuman. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian jika dagangannya tidak laku dijual pada hari itu. Ia mengatakan, hasil jualan saat ini tidak seperti sebelum masa pandemi. Meski demikian, dirinya tetap optimis jika perlahan tapi pasti pariwisata Bali akan kembali seperti sediakala dan para pedagang di pesisir Pantai Kuta akan bangkit kembali.

  “Wisatawan yang datang banyak, tapi untuk membeli dagangan kami masih relatif rendah. Mereka lebih banyak hanya untuk mandi, jalan-jalan atau menikmati matahari terbenam, setelah itu kembali pulang. Walaupun ada yang membeli, jumlahnya tidak begitu banyak seperti sebelum pandemi. Tapi kami tetap senang karena sudah diberi izin untuk kembali berjualan. Semoga ini terus berlanjut untuk perekonomian masyarakat Bali yang lebih baik,” ujarnya.

  Pedagang pantai lainnya, Pastini juga menyampaikan hal yang sama. Meski dari hasil berjualan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, namun ia mengaku merasa bersyukur bisa diizinkan kembali mengais rezeki di pantai. “Memang tidak banyak yang laku, tapi saya bersyukur bisa untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Daripada diam di rumah, tidak ada penghasilan,” katanya.

  Ia menuturkan, saat ini dirinya lebih memilih untuk berjualan makanan dan minuman ringan karena tahan lama dan tidak cepat basi. “Sementara ini saya jualan makanan dan minuman yang bisa disimpan cukup lama. Jika hari ini belum laku, masih bisa saya bawa untuk keesokan harinya. Sebagian besar pengunjung yang datang lebih memilih untuk membeli minuman sambil menikmati suasana pantai. Semenjak dibukanya pintu masuk ke Pantai Kuta, dari pagi sudah banyak yang datang. Biasanya sore lebih banyak lagi,” terangnya.

  Sementara itu, salah seorang Satgas Pantai Kuta, I Wayan Sirna mengatakan, kunjungan kian meningkat saat akhir pekan dan sebagian besar pengunjung adalah wisatawan domestik dari berbagai daerah di Indonesia terutama Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, NTB hingga Papua serta pengunjung dari lokal Bali. “Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, kami selalu melakukan koordinasi kepada petugas lainnya untuk selalu melakukan pemantauan terhadap pengunjung maupun pedagang. Selain itu, pengelola Pantai Kuta juga sudah memasang QR Code yang terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap pengunjung,” pungkasnya. (dha)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Proyek Pasar Gianyar Hampir Rampung

Ming Okt 10 , 2021
GIANYAR-fajarbali.com | Proyek Pasar Gianyar yang mulai pengerjaannya sejak awal tahun 2020 lalu, kini pekerjaan pasar tersebut sudah hamper rampung. Sebelum masa habis kontrak 6 November mendatang, saat ini realisasi proyek sudah mencapai 96,38% dari target 93,36. “Secara prinsip sudah selesai, ini di proyek sedang uji coba dan pembersihan,” jelas Manager […]

Berita Lainnya