Kick Off PANTAU KB 2026 di Gianyar, BKKBN Bali Percepat Penurunan Unmet Need dan Tingkatkan mCPR

IMG-20260211-WA0016
Pelayanan KB serentak yang berlangsung pada 9–15 Februari 2026 di 307 kabupaten/kota wilayah prioritas secara nasional. Untuk di Provinsi Bali dipusatkan di Kabupaten Gianyar.

GIANYAR-fajarbali.com | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan Kick Off Pelayanan KB Serentak Awal Tahun 2026 bertema “Pelayanan Kontrasepsi untuk Penggarapan Unmet Need KB di Wilayah Prioritas (PANTAU KB)” secara serentak di seluruh Indonesia.

Di Provinsi Bali, Kick Off dipusatkan di Puskesmas Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelayanan KB serentak yang berlangsung pada 9–15 Februari 2026 di 307 kabupaten/kota wilayah prioritas secara nasional.

Kabupaten Gianyar [Bali-red], ditetapkan sebagai salah satu dari empat kabupaten/kota prioritas pelaksanaan PANTAU KB, selain Kabupaten Buleleng, Kabupaten Badung, dan Kota Denpasar.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali diwakili Sekretaris Perwakilan, I Made Arnawa, S.H., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa PANTAU KB merupakan langkah akseleratif untuk menekan disparitas capaian Program KB dan Kesehatan Reproduksi (KBKR), khususnya dalam meningkatkan prevalensi kesertaan KB modern (modern Contraceptive Prevalence Rate/mCPR) serta menurunkan angka unmet need KB.

"Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) 2025, secara nasional terjadi penurunan mCPR dari 61,7 persen menjadi 60,8 persen, sementara unmet need meningkat dari 11,1 persen menjadi 13,4 persen," ungkap Arnawa.

Kondisi tersebut, lanjut Arnawa, diperkuat dengan meningkatnya angka drop out peserta KB, sehingga diperlukan intervensi pelayanan yang masif dan terfokus di wilayah prioritas.

Pelayanan KB Serentak Awal Tahun 2026 menyasar Pasangan Usia Subur (PUS), khususnya PUS pascapersalinan, pascakeguguran, serta PUS dengan kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi.

Seluruh metode kontrasepsi disediakan di fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi lokus kegiatan, dengan penekanan pada peningkatan kesertaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Kegiatan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Penggerakan KB MKJP Tahun 2026 serta memperkuat peran mitra kerja di tingkat daerah.

BACA JUGA:  Sejumlah Tokoh Masyarakat Tanggapi Pengusiran di Rapat Pansus TRAP DPRD Bali

Pada pelaksanaan di Puskesmas I Tegalalang, jumlah akseptor yang terlayani sebanyak 28 orang, terdiri dari 15 akseptor IUD, 11 akseptor implan, dan 2 akseptor kondom. Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan MKJP sebagai pilihan kontrasepsi yang efektif dan berkelanjutan.

Seluruh hasil pelayanan dicatat dan dilaporkan melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) Kemendukbangga/BKKBN sebagai bentuk akuntabilitas dan pemantauan capaian secara real time.

Pelaksanaan kick off dilakukan secara hybrid dan terhubung secara virtual dengan kabupaten/kota lainnya sebagai bentuk konsolidasi nasional.

Seluruh hasil pelayanan dicatat dan dilaporkan melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) Kemendukbangga/BKKBN, dengan batas akhir pelaporan pada 20 Februari 2026.

Melalui PANTAU KB, BKKBN Bali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi kesehatan untuk semua dan pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top