Keterlibatan Generasi Muda Sangat Diperlukan Dalam Pelestarian Seni, Adat, dan Budaya

DENPASAR-fajarbali.com | Lomba Desain Kreasi Busana Adat ke Kantor Pakem Bali yang digelar oleh PDIP Bali telah mencapai puncaknya. Hasilnya ada enam juara ditetapkan sebagai pemenang Lomba yang diumumkan di Sekretariat DPD PDIP Bali, Minggu (09/05/2021).


Acara yang juga dibalut dengan Seminar tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster. Usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang, istri dari Gubernur Bali Wayan Koster tersebut menyatakan bahwa lomba desain yang melibatkan para generasi muda tersebut merupakan bentuk dari keinginan PDIP dalam melestarikan budaya Bali. Selain itu, untuk menggugah keperdulian para millenial terhadap adanya SE Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali.

“Kalau ibu melihat dari gambarnya (desain) dan pesertanya, sesuai dengan harapan PDIP. Kita ikut membangkitkan gairah dan semangat anak-anak muda untuk ikut perduli terhadap apa peraturan yang dibuat oleh pemimpin Bali, khususnya di daerah Bali maupun kabupaten/kota,” katanya didampingi Koordinator Lomba Desain Kreasi Busana Adat ke Kantor Pakem Bali Ni Wayan Sari Galung.

Baca Juga :
Sejumlah Dana Aci di Badung Tak Cair, Dewan Sebut Ngutang ke Ida Bhatara
Kasus Terkonfirmasi Baru Masih Terjadi
 

Kedepan, dengan keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya, tentunya warisan budaya akan semakin terjaga. Lebih lanjut, PDIP sebagai partainya “Wong Cilik” juga akan terus mendukung dan mengimplementasikan apa yang menjadi kebijakan dan aturan Gubernur Bali.

“Tyang yakin dengan hasil yang dicapai anak-anak kita tadi, sudah menunjukan betapa mereka mulai memahami dan merasakan pentingnya terlibat dan menjadi pengaruh aktiv di dalam melestarikan seni, tradisi, kebudayaan,” tandasnya.

Suastini Koster juga berharap, hasil-hasil dari desain yang telah dibuat oleh para generasi muda bisa digunakan oleh Instansi ataupun OPD yang ada di Bali. Sehingga, ada rasa kebanggaan dari para desainer muda tersebut.

“Ini akan menjadi kebanggaan. Karena kita ingin sedikit ada pemisahan antara pakian adat untuk putra dan putri yang bisa digunakan untuk kegiatan lain. Terutama saat ini ada aturan setiap hari kamis menggunakan busana adat Bali,” paparnya.

Bukan itu saja, persoalan hak cipta terhadap desain juga menjadi perhatian istri Ketua DPD PDIP Bali tersebut. Menurutnya, saat ini para pengrajin ataupun para desainer telah pro aktiv berkomunikasi dengan Pemprov Bali, baik melalui Badan Riset Provinsi Bali ataupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Itu sudah banyak yang diperjuangkan. Kita harus lebih aktiv lagi jemput bola membantu pengrajin kita,” akunya.

Terkait dari desain-desain yang dihasilkan oleh para generasi muda melalui Lomba yang digelar oleh PDIP, pihaknya menilai hasil karya tersebut sangat membantu Pemprov Bali ataupun Pemda Kabupaten/kota se-Bali. Agar desain dapat dipilih dan dipilah yang nantinya digunakan diaplikasikan dalam setiap kegiatan dilingkungan pemerintahan.

“Ini sangat membantu pemerintah, kemudian menginstruksikan kepada seluruh karyawan (pegawai) diseluruh jajaran di pemerintahan baik di kabupaten/kota untuk memilih dan memilah salah satu hasil karya dari anak-anak kita,” pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

QNET Bagikan 1.000 Paket Sembako Untuk Menambah Kecerian dan Kebahagiaan di Bulan Ramadhan

Sel Mei 11 , 2021
JAKARTA – fajarbali.com  I QNET melakukan kegiatan amal dengan membagikan paket-paket sembako kepada masyarakat, komunitas dan yayasan untuk membantu mereka merayakan perayaan hari Lebaran.  1.000 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, kopi, teh, kecap, dan susu itu  dibagikan di Jabodetabek, Bali, Surabaya dan sekitarnya.