Kemendikbudristek Puji Penyelenggaraan PPG di Mahadewa University

“Senang bisa bertemu dengan para dosen UPMI. Kami sangat membutuhkan sebagai mitra penyelenggara PPG. Analisis 79 penyelenggara PPG belum bisa menampung. Tahun depan target 119 ribu lulusan PPG pra jabatan maupun dalam jabatan,” ujarnya.

Pihak Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mengunjungi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI), Jumat (14/10).

 

DENPASAR – fajarbali.com | Pihak Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, dalam hal ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, dan Plt Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG) mengunjungi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) atau dikenal luas dengan sebutan Mahadewa University, bertempat di Auditorium Reda Gunawan, Jumat (14/10/2022).

Plt Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG), Temu Ismail mengatakan, PPG pra jabatan melibatkan praktisi belajar sesuai dengan kurikulum merdeka belajar dan tak mengganggu pembiayaan.

PPG pra jabatan dan dalam jabatan untuk memiliki akun karena dalam aplikasi memiliki berbagai pelajaran. Guru pamong yang terlibat juga dari lulusan guru penggerak yang ada. “Saya berharap PPG ini bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani mengucapkan selamat kepada UPMI yang menjadi salah satu dari 79 kampus di Indonesia, yang ada izin penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Senang bisa bertemu dengan para dosen UPMI. Kami sangat membutuhkan sebagai mitra penyelenggara PPG. Analisis 79 penyelenggara PPG belum bisa menampung. Tahun depan target 119 ribu lulusan PPG pra jabatan maupun dalam jabatan,” ujarnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani tampak berbincang dengan peserta PPG di UPMI.

Untuk memenuhi target itu, pihaknya bakal mencari cara baru. Untuk itu, pihaknya mengatakan sangat senang jika semakin banyak kampus yang mengajukan.

“Tapi tugas dosen bukan hanya PPG tapi juga mengajar mahasiswa program sarjana. Ini yang harus dicarikan cara baru. Kalau hanya mengajar PPG, nanti mahasiswa sarjana (S1) yang terbengkalai,” ungkapnya seraya mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah menyelesaikan guru P3K.

Pihaknya juga mengingatkan tentang Sumber Daya Manusia (SDM). Karena apapun yang akan dilakukan tanpa ditunjang SDM berkualitas maka akan sia-sia.

“PPG ini yang sekarang ini adalah model baru. Jadi pada saat rekrutmen guru kita sudah memiliki data. Jadi mereka yang mengikuti ini diprioritaskan menjadi guru ASN. Bisa P3K maupun PNS. Jadi kita menyiapkan guru berkualitas dan menggantikan guru pensiun serta jaminan menjadi guru,” pungkasnya.

Rektor Mahadewa University, Dr. Drs. Made Suarta, SH., M.Hum., menyampaikan, terima kasih dan apresiasi atas kunjungan pusat ini. Menurutnya, kunjungan ini merupakan kehormatan bagi UPMI yang dipercaya menjadi salah satu tempat PPG.

“Kami memiliki semangat dan kebersamaan. Karena kami memiliki prinsip bahwa perubahan akan terjadi apabila ada kemauan, keberanian, dan kebersamaan,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Tinggi IKIP PGRI Bali, IGB Arthanegara menyambut baik dan mengapresiasi atas kepercayaan pusat terhadap UPMI. “Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” kata dia singkat. (Gde)

Next Post

Pemprov Bali Restui UNR sebagai Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Naker ke Darwin

Sab Okt 15 , 2022
"Ke depan UNR akan sebagai penyelenggara pelatihan dan kursus mahasiswa yang ingin bekerja ke Australia sekaligus menyiapkan dosen-dosen yang kompeten," kata Tirka Widanti.
UNR 11-8db4b1d8