Kelompok 14 KAT UNR, Rintis Penataan Berkelanjutan Pura Mengening dan Pancoran Solas Menuju Ekowisata Spiritual

(Last Updated On: )

 

GIANYAR – fajarbali.com | Ekowisata spiritual adalah jenis wisata yang mengedepankan upaya pelestarian alam, tatanan, budaya dan kehidupan berbasis kearifan lokal melalui konsep konservasi yang terintegritas dan dapat menciptakan dampak positif dan berkelanjutan.

Kabupaten Gianyar telah memiliki beberapa daerah yang mengembangkan pariwisata dengan konsep wisata dan ekowisata, misalnya Ubud yang sukses menjadi tujuan wisata terkemuka.

Selain Ubud, Gianyar masih memiliki beberapa daerah yang menyimpan potensi-petensi untuk dikembangkan menjadi tujuan pariwisata. Hal ini di dukung dari program pemerintah daerah Bali dan pemerintah pusat untuk mengembangkan program Pembangunan Pariwisata Terintegritas dan Berkelanjutan (P3TB) melalui program Ulapan terdiri dari tiga wilayah yaitu Ubud, Tegalalang dan Payangan.

Desa Kelusa, Kecamatan Payangan menyimpan potensi-potensi yang berpotensi kuat untuk di kembangkan menjadi salah satu tujuan wisata, mengingat Desa Kelusa telah memiliki akomodasi pariwisata yang sudah berkembang seperti vila dan hotel.

Potensi yang dimiliki salah satunya adalah keindahan alam dan keberadaan Pura Mengening, Pancoran Solas, Pancoran Susu dengan daya tarik keunikan yang berbeda dari pura-pura yang ada.

Keindahan alam, tatanan kehidupan berbasis kearifan lokal yang kental dan kesenian-kesenian yang khas, sehingga Desa Kelusa Khususnya Dusun Yeh Tengah Desa Kelusa memiliki potensi yang kuat untuk di kembangkan menjadi Ekowisata Sepiritual dengan konsep Tri Hita Karana.

Tingginya kemauan dan niat masyarakat untuk mengembangkan potensi tersebut, serta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat menjadi alasan Kelompok 14 Kuliah Aplikatif Terpadu Universitas Ngurah Rai (KAT UNR) untuk melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan mengembangkan Pura Mengening, Pancoran Solas, Pancoran Susu untuk dikembangkan menjadi Ekowisata Spiritual.

Tindak nyata yang dilakukan dengan menguatkan kemampuan Masyarakat akan pengelolaan pariwisata dan kelembagaan melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan bersama narasumber dari master tarainer sadar wisata Kemenparekraf RI dengan harapan terbangunnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

“Kesadaran Masyarakat akan mekanisme dan tahap pengembangan ekowisata melalui penguatan kelembagaan,” kata Ketua Kelompok 14 KAT UNR Ni Kadek Sintya Agustini.

Ia melanjutkan, tindakan lainnya juga melalui kegiatan sosialisasi pelatihan digital marketing dengan luaran website dan media sosial Ekowisata Pura Mengening Dusun Yeh Tengah Desa Kelusa, pada 22 Nopember 2023 di Wantilan Pura Gunung Gempal Dusun Yeh Tengah, Kelusa.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk nyata sebagai langakh awal untuk membangun pondasi pengembangan desa menuju Ekowisata Spiritual Dusun Yeh Tengah, Desa Kelusa.

Adapun para dosen pembimbing Kelompok 14, yakni I Wayan Meryawan,  Nyoman Diah Utari Dewi, Putu Chandra Kinandana Kayuan, Ida Bagus Idedhyana dan Putu Gede Denny Herlambang.

Meryawan, menambahkan, setiap kelompok KAT diisi oleh mahasiswa dan dosen lintas ilmu. Kolaborasi tersebut menjadi menarik, karena masing-masing memerankan ilmunya guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang kompleks di lokasi pengabdian.

Next Post

Pelatihan Ekonomi Kreatif, Upaya Pemdes Pesedahan Wujudkan Kemandirian Ekonomi Keluarga

Ming Des 10 , 2023
Melalui pembinaan dan pelatihan bagi Tim Penggerak PKK Desa Pesedahan dengan memberikan pelatihan merangkai bunga.
TP PKK pesedahan

Berita Lainnya