Kehadiran Pastika ke KPU saat Pendaftaran KBS-ACE Jadi Perhatian

Hari pertama pendaftaran Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali, kehadiran Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjadi perhatian. Pasalnya, kehadiran orang nomor satu di Bali tersebut berbarengan dengan pendaftaran Pasangan yang diusung oleh PDIP KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati).

DENPASAR-fajarbali.com | Kedatangan Gubernur Pastika sekitar pukul 11.00 Wita ini didampingi oleh beberapa jajarannya yakni Karo Humas Pemprov Bali, Dewa Made Mahendra, Kepala Kesbangpolinmas Bali, I Gede Putu Jaya Suartama, dan beberapa ASN. Saat dikonfirmasi, Pastika menyatakan jika kedatangannya tersebut merupakan bagian dari tugasnya dalam melakukan pengecekan terhadap persiapam KPU dalam menyelenggarakan Pilkada.

“Tidak Boleh ada money politics. Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada black campaign dan harus adil. Karena jika tidak adil berfotensi untuk terjadinya kekacauan,” ujarnya, Senin (8/1/2018).

Dirinya juga berpesan kepada penyelenggara Pilkada agar menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan. “KPU dan jajarannya untuk meyakinkan proses ini berjalan dengan baik, aman, nyaman, damai, demokratis. Sehingga kita bisa memilih pemimpin yang demokratis sesuai dengan harapan rakyat kita,” tandasnya.

Saat ditanya mengenai sikap politiknya pada Pilgub Bali, pria asal Buleleng ini menjawab secara diplomatis. Namun, dirinya sempat melontarkan candaan. “Ya gak usah ditanya, pakai ditanya lagi. Ada lagunya itu. Kalau orang sudah bawa ember, bawa anduk, lagunya begini, jangan ditanya kemana arahnya,” candanya.

Kendati demikian, dirinya enggan dikaitkan dengan salah satu Pasangan Calon. Maka dari itu, pihaknya berencana akan turun meninjau dan mendatangi KPU pada hari kedua pendaftaran. “Hari ini saya datang, besok saya datang lagi,” tuturnya.

Begitu juga apabila dirinya tak lagi menjabat kemudian program-program yang telah dicanangkan akan diganti dengan program lain. Pastika tak mempermasalahkan hal itu. Yang terpenting, semua demi kesejahteraan rakyat. “Silahkan saja kalau mau mengadopsi itu.  Kalau tidak ya tidak apa-apa. Saya kira demi kesejahteraan masyarakat kita,” pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Soal Nasib Yonda di DPRD Badung, BK akan Konsultasi ke Kemendagri

Sen Jan 8 , 2018
I Made Wijaya alias Yonda hingga saat ini masih tetap menjabat sebagai Anggota DPRD Badung, meski Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah menjatuhkan vonis satu tahun penjara. Vonis dijatuhkan kepada Bendesa Adat Tanjung Benoa tersebut atas kasus reklamasi liar dan pembabatan hutan di Pantai Tanjung Benoa yang dilakukanya.