Kehabisan Bekal, Depresi, Bule Ini Ngamuk Merusak Gong dan Perabot Banjar

GIANYAR-fajarbali.com | Wisatawan asing tanpa membawa identitas nyaris digebuki massa akibat ulahnya yang melakukan perusakan. Bule ini mengamuk membabi buta dengan merusak perangkat gamelan gong dan perabotan yang ada di banjar tersebut. Warga menghubungi Satpol PP Gianyar dan mengamankan bule tersebut.



Dari informasi yang diperoleh, sekitar pukul 04.00 Wita, Selasa (6/2/2018) dinihari di lantai 2 balai Banjar Pande, Desa Blahbatuh, Gianyar terdengar suara gaduh. Suara gaduh tersebut didengar oleh salah satu warga, Gusti Putu Witari yang hendak ke pasar.

“Mendengar suara tersebut saya mengira ada orang berkelahi di atas, lalu saya pulang memberitahu suami,” terang Gusti Witari. Dikatakannya juga, dari suaranya, banyak barang milik banjar yang dirusak.



Berselang beberapa saat, banyak warga yang menuju balai banjar dan naik ke lantai 2 untuk memastikan apa yang terjadi. Dilihat oleh warga, banyak barang-barang yang dilempar dan perangkat gamelan juga ada yang dirusak.

Seketika itupun warga geram, namun karena diketahui yang melakukan perusakan itu bule perempuan, akhirnya pelaku diamankan. Warga menduga bule tersebut dalam keadaan mabuk atau depresi akibat kehabisan bekal.

“Jika bukan warga bule, sudah pasti warga tersebut dijadikan bulan-bulanan kekesalan warga,” jelas Made Sudiangga.

Beberapa warga sempat berkomunikasi dengan bule tersebut, namun gagal karena bule tersebut bicara sambil meracau. Identitasnya juga tidak bisa dikorek, karena pengakuannya berubah-ubah, sempat mengaku bernama Liza, selanjutnya mengaku bernama Maria. Setelah diamankan, warga lantas menghubungi aparat ke kepolisian. “Diajak komunikasi tidak nyambung, terus meracau dan pengakuannya berubah-ubah,“ terang Sudiangga.




Selanjutnya, Pol PP Gianyar berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Dimana warga ini disebutkan sebagai warga terlantar dan selanjutnya dirujuk ke RSJ Bangli. Kepala Seksi Pengendalian dan Penanggulangan penyakit tidak menular dan Kesehatan Jiwa, Diskes Gianyar, Dewa Oka Harimbawa mengatakan jika pihak belum berani memastikan kondisi psikis korban.  Namun dugaaan sementara Bahwa bule ini adalah orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

”Lebih lanjut kami bawa yang bersangkutan ke Bangli. Nanti kami pantau perkembangannya,“ terang Oka Harimbawa. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pengamat: Moral Pelajar Merosot Akibat "Kastanisasi" Pendidikan

Sel Feb 6 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Kasus kekerasan yang dilakukan seorang siswa SMA di Madura, Jawa Timur yang menewaskan gurunya, menjadi sorotan se-antero Nusantara. Parahnya, kejadian serupa bukan kali pertama melanda dunia pendidikan Indonesia.
BPD BALI