Kebun Raya Bali Kenalkan Kembali Taman Begonia, Hadirkan Varietas Baru Begonia “Tuti Siregar”

(Last Updated On: )
 
Taman Begonia di Kebun Raya Bali, Tabanan. (Foto: Tha)

 

TABANAN-fajarbali.com | Kebun Raya Bali yang pada dasarnya merupakan tempat konservasi tumbuhan terus menjalankan perannya dengan me-revitalisasi Taman Begonia. Taman Begonia merupakan salah satu taman yang difungsikan untuk memelihara berbagai jenis tanaman Begonia.

Selama 14 tahun berdiri, Taman Begonia Kebun Raya Bali berhasil menaungi lebih dari 200 koleksi Begonia yang saat ini jumlahnya tercatat sebanyak 290 jenis. Jumlah koleksi ini dapat berubah baik dari penambahan oleh eksplorasi maupun pertukaran biji, serta pengurangan saat terdapat koleksi yang mati.

General Manager Kebun Raya Bali, Tito Triputra baru-baru ini mengatakan, rumah kaca Begonia akan kembali hadir dan menjadi tempat wisata baru di Kebun Raya Bali. “Taman Begonia ini sudah ada sejak lama, dan telah dilakukan renovasi secara infrastruktur dan kami juga melakukan perkembangan-perkembangan supaya rumah kaca ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung Kebun Raya Bali,” ujarnya.

Taman Begonia Kebun Raya Bali merupakan bangunan kaca dengan luas sebesar 690-meter persegi yang bukan hanya berisi jenis tanaman Begonia saja, tetapi juga dilengkapi dengan dua kolam air terjun serta susunan bebatuan apung merah yang ditumbuhi lumut hijau. Bukan hanya untuk menambah nilai estetika pada taman, kedua hal tersebut memilki fungsi spesifik yaitu untuk menjaga kelembaban tanaman yang tumbuh didalamnya.

Taman yang digagas oleh Hartutiningsih M. Siregar, peneliti tanaman begonia di Pusat Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (sekarang BRIN). Taman ini menyimpan 81 spesies Begonia asli dari Indonesia seperti Begonia didyma, Begonia guttapila, Begonia hooveriana, dan Begonia kelimutuensis, juga Begonia hasil persilangan (hybrid) seperti Begonia rex dengan bentuk daun yang unik dan warna yang menarik serta Begonia Maculata yang dapat tumbuh tinggi dengan daun panjang bermotif polkadot.

Varietas baru Begonia “Tuti Siregar” hadir di Kebun Raya Bali. (Foto: Tha)

 

Begonia Tuti Siregar

Sebagai Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Botani Terapan  BRIN, Hartutiningsih-M. Siregar mengatakan, Begonia (Begoniaceae) termasuk tumbuhan yang mudah dikenali. Mempunyai ciri-ciri spesifik yaitu berupa terna tegak, semak atau menjalar, dengan batang yang berair dan  helaian daun yang tidak simetris (begoniifolia).

Menurut peneliti yang telah menggeluti tanaman hias Begonia sejak tahun 2001, untuk mendapatkan varietas  Begonia baru  dengan  sosok menarik dengan penampilan fisik yang diharapkan lebih baik dari induknya, unik, menarik  atau mempunyai daya tahan yang kuat dapat dilakukan penyerbukan silang atau penyilangan (cross pollination).

Pada umumnya Begonia melakukan  penyerbukan sendiri (selfpollnation), sedangkan  penyerbukan silang secara buatan dilakukan dalam kegiatan pemuliaan untuk menghasilkan F1, yang selanjutnya merupakan langkah untuk melahirkan varietas baru  yang lebih bervariasi. Begonia ”Tuti  Siregar” nomor 00275/PPVT/S/2014.

“Pengembangan varietas baru tersebut mempunyai prospek dan nilai jual tinggi sebagai tumbuhan hias komersial, daunnya yang tidak simetris dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik  banyak diminati,” jelasnya.

Seperti pada varietas baru Begonia “Tuti Siregar” B. Tuti Siregar persilangan antara B. listada Smith & Wasshausen x B. acetosa Vellozo yang telah mendapatkan lisensi akan dapat lebih mudah diakses masyarakat luas karena  ditanam di Rumah Kaca Khusus Taman Begonia di Taman Bunga Nusantara Cipanas, berdampingan dengan jenis Begonia lainnya. Kerja sama itu merupakan wujud hilirisasi hasil penelitian hibridisasi Begonia “Tuti Siregar”.

Begonia ini merupakan tanaman hias pot dalam ruangan (indoor plant), berdaun indah, karakter daunnya unik, berbentuk bulat telur (ovate), dengan permukaan melengkung ke atas. Warna dasar permukaan berwarna hijau, berbulu halus seperti beludru, warna pertulangan daun pada permukaan atas kuning menyala. Warna permukaan bawah merah marun berbulu halus.

“Nama Begonia Tuti Siregar, diambil dari nama saya Tuti, dan Siregar merupakan nama Bapak Mustaid Siregar (suami) Kepala Kebun Raya Bali saat itu, semula saya akan menggunakan nama Begonia listatosa (perpaduan dari nama listada dan acetosa), akan tetapi ada aturan bahwa pemberian nama silangan baru tidak diperkenankan menggunakan nama-istilah nama latin Begonia tersebut, dan atas saran dari rekan peneliti Begonia USA, Schoot Hoover menyarankan lebih baik pakai nama Tuti saja, untuk memberi apresiasi,” ungkapnya.

Begonia menyukai tempat sejuk dengan ketinggian 200 hingga 2.400 meter di atas permukaan laut (m dpl). Sebagai gambaran, daerah yang cocok untuk menanam begonia di Jawa Barat antara lain kawasan Cipanas, Kebun Raya Cibodas, Bandung, Lembang. Di Jawa Tengah, begonia cocok ditanam di sekitar Tawangmangu. Kalau di Jawa Timur di Malang, Batu. Tempat yang representatif dan telah terbukti “nyaman” bagi begonia adalah Kebun Raya Bedugul, Bali. Kebun raya ini memiliki iklim yang sejuk dan sangat mendukung pertumbuhan berbagai jenis begonia. Kebun Raya Bedugul, Bali telah dijadikan sebagai Pusat Konservasi dan Pengembangan Begonia di Indonesia.

“Koleksinya merupakan yang terlengkap di dunia, lebih dari 320 jenis, semoga dengan pengolaan oleh pihak swasta masih terawat dengan baik, saya dengar info banyak jenis-jenis species – alam pada merana dan  mati, sangat disayangkan,” jelasnya.

Aspek ekonomi penelitian Begonia di Kebun Raya mempunyai prospek dan nilai ekonomi tinggi sebagai tumbuhan hias komersial, Begonia diprediksi akan menjadi salah satu trend masa depan. Daunnya yang tidak simetris dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik banyak diminati. Diharapkan hasil penelitian pemuliaan melaui hibridisasi dan mutasi ini dapat menambah keragaman Begonia dan menghasilkan varietas baru.

Sunset di Kebun

Selain mempertahankan perannya sebagai tempat konservasi, Kebun Raya Bali yang dikelola oleh PT. Mitra Natura Raya juga terus berinovasi dengan menghadirkan Intimate Music Show dengan nama “Sunset di Kebun”. Dengan slogan “Intimate Music Show with Green, Conservation, and, Culture Movement”, Kebun Raya Bali menghadirkan music show yang berbeda dari konser biasanya. Mulai dari suasana music show yang dikelilingi oleh pepohohan hijau, hingga menikmatinya lantunan nada dari Musisi sambil duduk, Sunset di Kebun menjadi pilihan sempurna untuk segala jenis penonton.

“Kebun Raya memiliki peran untuk terus mengajak generasi muda, merawat dan menjaga konservasi alam. Hal tersebut juga kami gaungkan dalam sebuah implementasi pertunjukan green and conservation movement sunset di Kebun,” ujar Tito.

Selain menikmati musik dengan alam yang indah, Sunset di Kebun juga menyediakan berbagai kegiatan yang menyenangkan, sebagai area konservasi tumbuhan, para penonton Sunset di Kebun juga bisa mendapatkan kesempatan untuk membawa pulang tanaman special lengkap dengan informasi mengenai cara merawatnya. (M-001/rl)

Next Post

Nyoman Satria Terima Kunjungan Bapemperda DPRD Kabupaten Banyumas

Kam Mei 30 , 2024
(Last Updated On: )Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria saat menerima rombongan DPRD Kabupaten Banyumas, Rabu (29/5)   MANGUPURA-Fajarbali.com | Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria menerima kunjungan Bapemperda DPRD Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (29/5). Kunjungan yang dipimpin Ketua […]
Satria Terima banyumas

Berita Lainnya