Keberhasilan Program Hamil Dipengaruhi Faktor Usia dan Gaya Hidup

(Last Updated On: 11/02/2024)

Peringati HUT ke-7, Wija Insan Nugraha (WIN) IVF Center di RSIA Puri Bunda mengadakan acara WINTALK yang membahas mengenai “Strategi Cerdas, Hadapi Infertilitas”

DENPASAR-Fajar Bali | Berbagai faktor mempengaruhi keberhasilan program kehamilan, seperti faktor usia dan gaya hidup. Peluang hamil akan berbeda-beda tergantung pada jenjang usia masing-masing pasangan dan gaya hidup mereka.

Usia 25 tahun hingga 30 tahun akan memberikan peluang keberhasilan hamil cukup tinggi sementara usia di atas 30 tahun ke atas memasuki usia rentan dan cenderung mulai mengalami penurunan

Hal itu dijelaskan Dr.dr A.A.N Anantasika, SpOG.Subsp.Fer selaku kepala unit WIN, pelayanan di Klinik WIN Puri Bunda dalam acara WINTALK, yang membahas mengenai “Strategi Cerdas, Hadapi Infertilitas” Minggu (11/2/2024) di Denpasar.

“Umur sangat penting, di atas 35 tahun itu  rawan dan akan mengalami kesusahan. Semakin muda semakin bagus, jangan buang waktu karena program hamil memerlukan biaya,” ujar dr. Anantasika.

Menurut dr. Anantasika, yang menghambat terjadinya kehamilan problemnya ada pada kedua pasangan, sebab kualitas dan kuantitas sperma pada pria dan kondisi sel telur pada wanita akan menentukan keberhasilan hamil sehingga keduanya perlu memiliki poin yang sama.

“Kalau di pihak suami biasanya gangguan sperma kualitas bagaimana, jumlah dan pergerakannya seperti apa atau bentuknya sementara kalau di istri di saluran telur terjadi penyumbatan ada infeksi atau penyakit atau faktor lain pada rahim itu yang menjadi kendala,” pungkas dr. Anantasika.

Sementara itu, Dokter Embriologi Unit Layanan Reproduksi WIN Puri Bunda dr. Jaqueline Sudirman, GradDipReapc., MRepSc.,Ph.D., mengemukakan sejumlah teknologi modern yang digunakan dalam program bayi tabung diantaranya menggunakan teknologi laser hingga simpan beku sel telur dan sperma.

“Kami memperkenalkan tentang teknologi bayi tabung, bagaimana teknologi bayi tabung, teknologi yang dimiliki WIN selalu up to date yang bisa diperkenalkan bagi pejuang garis dua,” ujarnya.

dr. Jaqueline memaparkan proses bayi tabung mulai dari penyuntikan hormone, pengambilan sel telur hingga penyuntikan sperma yang kemudian dikembangbiakan menjadi embrio atau calon bayi di dalam laboratorium.

“Itu perlu waktu 3-6 hari sebelum dimasukan ke dalam rahim dan tingkat keberhasilnnya pun tergantung pada usia,semkain muda maka tingkat keberhasilannya sekitar 50-60 persen,” jelasnya.

“Sementara  usia 30 tahun bakal mengalami penurunan hingga 30 persen, 36-40 tahun sekitar 25 persen dan ketika usia 40 tahun keberhasilannya 10 persen, jadi tergantung pada usia,” tambah dr. Jaqueline.

Dokter Andrologi Konsultan Fertilitas, dr.Yukhi Kurniawan,Sp.And(K)Fer memaparkan sebanyak lebih dari 35 persesn penyebab sulit hamil pada pasangan adalah pada pria, namun masih minim kesadaran untuk melakukan pemeriksaan  atau konsultasi.

 “Karena gangguan kesuburan pada pria meningkat, hal yang perlu dilakukan pria adalah menerapkan pola hidup sehat, mulai berolahraga, tidak begadang atau mengkonsumsi alcohol dan sejenisnya,” ujar , dr.Yukhi,

 Sementara itu, dr. Ketut Darmayasa menyebutkan bahwa di era saat ini tingkat infertilitas memiliki persentase sebesar 15 persen, atau dari 100 orang, 15 diantaranya berisiko infertilitas. Selain itu, tren menunda pernikahan atau kehamilan, karena usia di atas 35 tahun cadangan sel telur menurun. 

“Faktornya dari polusi infeksi, gaya hidup, pola hidup, kegemukan juga berpengaruh pada sistem hormon, apalagi alkohol, merokok, menjadi penyebab kesulitan hamil, selain faktor internal seperti gangguan saluran telur, ovarium, rahim, mioma,” bebernya. rl

 

 

 

 Save as PDF

Next Post

Duo Bank BUMN Terus Pecahkan Rekor Harga Saham Tertinggi dalam Sejarah

Sen Feb 12 , 2024
Jika ditotalkan keseluruhan jumlah aset bahkan mencapai lebih dari Rp 4.139 triliun
IMG-20240212-WA0019

Berita Lainnya