Keberadaan Dokar Perlu Diperhatikan

(Last Updated On: )

NEGARA- fajarbali.com | Di tengah-tengah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat di Jembrana, sarana angkutan tradisional yang bernama dokar tidak pupus di telan waktu. Meskipun jumlahnya makin lama makin berkurang. Namun masih ada yang mengoperasikan sarana angkutan tradisional itu.

Pangkalan dokar  yang dipusatkan di depan Pasar Umum Negara, makin lama, jumlah dolarnya makin menipis. Bagi para kusir yang masih menggunakan dokarnya untuk mencari nafkah, setia berjejer sabar menunggu penumpang. Kendati pun disebelahnya sarana angkutan modern seperti ojek, angkot dan kendaraan motor pribadi menghimpitnya.

Baca Juga :
Semarakkan Kemilau 32 Tahun, FIFGROUP Gelar Event dan Promo Menarik
Suradnyana Pantau Pelaksanaan Vaksinasi, Pastikan Tidak Ada yang Tercecer

Makin ramainya lalu lintas di Kota Negara, makin meningkatnya jumlah kepemilikan kendaraan bermotor, dari tahun ketahun. Kendati demikian adanya, beberapa para kusir dokar masih tidak beralih haluan sebagai tukang ojek atau pekerjaan lainnya. Panas dan hujan menyertainya juga tak menyurutkan semangat mereka berkelahi dengan derasnya arus modernisasi. Suara ringkik kuda dan hentakan sepatu kuda, masih kerap terdengar menghiasi di jalanan. Dulu, kendaraan dokar ini dimasukan ke dalam paket perjalanan wisata. Namun kini tampaknya, perhatian itu mulai mengendur. 

Sementara sebagian besar para kusir dokar  usia sudah mulai tua-tua. Kendati ada, namun jarang terlihat kusir dokar yang masih berusia muda.

“Banyak pemilik dokar menjual dokarnya karena tidak mampu lagi bekerja. Apalagi jika anaknya tidak meneruskan pekerjaan orang tuanya,” ujar Gede Wastra salah seorang kusir dokar beberapa waktu lalu.

Selain memang himpitan jaman, faktor usia para kusir yang rata-rata tak muda lagi, juga menjadi salah satu faktornya. Jumlah dokar dulunya cukup banyak, namun kini jumlahnya makin menipis. Keberadaan dokar makin berkurang dan berharap kepada pemerintah daerah, agar lebih memperhatikan kondisi keberadaan kendaraan tradisional ini. Padahal dokar, merupakan kendaraan tradisi warisan budaya jaman lama. 

“Kami tidak menuntut berapa besar  pendapatan yang diperoleh, namun kami ingin ada perhatian dan berharap ada pelestarian kendaraan tradisional di Jembrana,” harap kusir dokar lainnya.

Mengenai persoalan itu, perlunya adanya bentuk perhatian terhadap kondisi keberadaan dokar serta pelestarian dokar supaya jumlahnya makin lama tak berkurang. (prm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Menjelang Idul Fitri, Lapas Kelas IIA Kerobokan Dirazia

Kam Mei 6 , 2021
(Last Updated On: )  MANGUPURA -fajarbali.com |Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Tim gabungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali bersama Polres Badung dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung merazia Lapas Kelas IIA Kerobokan, Rabu 5 Mei 2021. 

Berita Lainnya