Kawal Program Peningkatan Produksi Jagung, UPTD. BPTPH Bali Gelar Gerakan Pengendalian Serangan Ulat Grayak Yang Menyerang 80 Ha Tanaman Jagung di Desa Pacung.

BULELENG - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com I Di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng luas tanaman jagung saat ini mencapai ratusan hektar. Berbeda dengan tahun sebelumnya, petani jagung di daerah tersebut  kini khawatir terjadinya gagal panen. Hal ini disebabkan adanya serangan hama baru yang menyerang tanaman jagung di kecamatan Tejakula.

Saat pelaksanaan tatap muka di desa setempat beberapa waktu yang lalu, Ketua Gapoktan Merta Sari, Wayan Putra mengatakan serangan hama pada tanaman jagung kali ini memang berbeda dengan jenis hama yang menyerang pada tahun sebelumnya. “Tingkat penyebaran dan intensitas serangan begitu cepat dan ganas sehingga para petani sangat kawatir dengan kegagalan panen tahun ini.” ujarnya.

 

 

 

 

 

Atas  kejadian ini, petugas UPTD. Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Bali (BPTPH), bersama petugas pertanian kabupaten dan staf petugas dilapangan segera mengantisipasi perkembangan serangan melalui pengamatan, mengidentifikasi , memberikan rekomendasi sehingga terlaksana Gerakan Pengendalian Serangan Ulat Grayak jenis spodoptera frugiperta yang merupakan hama baru yang berasal dari benua Amerika.

Kepala UPTD. BPTPH Provinsi Bali Ir. Nyoman Suastika M.Si mengatakan Spodoptera, selama ini dikalangan petani banyak disebut dengan julukan ulat grayak, yang bagi petani jagung masih dianggap hama yang lumprah, maksudnya tak termasuk dalam katagori hama yang sangat mengkhawatirkan. Ulat grayak yang selama ini ada merupakan hama asli Indonesia yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Spodopteralitura. “  Namun kini, tahun 2019 ini muncul spesies baru yang setelah ditelaah lebih lanjut adalah bukan hama asli dari Indonesia, yakni  jenis Spodopterafrugiperda. Kalau dilihat dari berbagai referensi, Spodoptera frugiperda merupakan hama tanaman jagung yang selama ini merupakan penghuni benua Amerika bagian Tengah (yang beriklim tropis), “ imbuhnya.

BACA JUGA:  Bupati Dorong Kegiatan Otomotif Untuk Gerakkan Perekonomian

Dari hasil pengamatan petugas  UPTD BPTPH, bersama Pertanian Kabupaten dan Petugas Lapangan, Tanaman Jagung pada Gapoktan Merta Sari Desa Pacung seluas 80 Ha terserang oleh ulat Grayak Sopodoptra Frugiperda. Adapun gejala serangan nya yang dijumpai dilapangan pada serangan awal larva spodoptera frugiperda memakan lapisan epidermis daun, kemudian larva memakan daun hingga ke pucuk tanaman serta terlihat lubanglubang pada daun jagung dan pada tingkat serangan yang tinggi kita menemukan kotoran dari larva pada tanaman jagung seperti serbuk gergaji.

Lebih lanjut Suastika mengatakan,setelah dilaksanakan pengamatan lebih lanjut ditemukan populasi  larva spodoptera frugiperda dengan tanda tanda terdapat corak huruf Y terbalik pada bagian kepala, serta terdapat empat buah titik hitam yang besar pada abdomen ruas ke delapan. “ Mengantisipasi serangan yg meluas , kami segera memberikan rekomendasi dan segera melaksanakan gerakan pengendalian.Gerakan pengendalian dilaksanakan dengan melibatkan petugas Pertanian kabupaten dan petugas lapangan, Babinsa ,aparat desa dan anggota  Gapoktan Merta Sari . Pada kesempatan tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, melalui UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura  memberikan  bantuan bahan pengendali berupa insektisidasesuai rekomendasi , sementara petani menyediakan waktu dan tenaganya  untuk melaksanakan gerakan pengendalian.

Suastika menyarankan petani yang melaksanakan budidaya Jagung untuk mencegah terjadinya serangan senantisa menghimbau : (1) Melakukan Pengamatan gejala serangan serta keberadaan kelompok telur,larva maupun imago, pengendalian akan lebih efektif dilakukan jika lebih dini mengetahui gejala serangan dilapangan, (2) melakukan pengumpulan kelompok telur dan larva dan mematikannya, (3). pada tingkat serangan yang tinggi dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi dengan insektisida secara bijaksana serta menghindari penggunaan insektisida berspektrum luas.

Sementara itu  Kepala Desa Pacung, Kecamatan Tejakula Bapak Gede Kardiana yang hadir ditengah petani dan sekaligus ikut melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian mengatakan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini,serta berharap  gerakan tersebut dapat menyelamatkan ratusan ha tanaman jagung millik petani. (Sud)

BACA JUGA:  Bom Surabaya, Buleleng Siaga Satu

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top