Kasus Covid-19 di Buleleng, Terkonfirmasi 17, Meninggal Tiga Orang

12 Views

SINGARAJA-fajarbai.com | Penanganan kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Buleleng kembali melonjak.


Sebanyak 18 orang dinyatakan terkonfirmasi baru Covid-19 dan sebanyak tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat virus Corona serta sebanyak 17 orang dinyatakan sembuh dari Covid setelah menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Kabupaten Buleleng. Hal itu disampaikan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng  Nyoman Genep saat memberikan keterangan pers, Minggu (16/5/2021) kemarin sore.

Baca Juga :
Penerima Vaksin Astrazeneca di Kecamatan Buleleng Capai 58,9 Persen
Penerapan Prokes Salah Satu Indikator Kepercayaaan Wisatawan untuk Berkunjung ke Bali

Menurut Genep jumlah orang yang dinyatakan terkonfirmasi baru sebanyak 18 orang itu berasal dari Kecamatan Buleleng enam orang, Kecamatan Banjar empat orang, Kecamatan Kubutambahan tiga orang, dan masing-masing satu orang dari Kecamatan Gerokgak, Sawan, Sukasada, Seririt dan Busungbiu.

Selalin orang yang dinyatakan terkonfirmasi baru juga ada pasien yang dinyatakan sembuh yang berasal dari Kecamatan Buleleng sebanyak enam orang, Kecamatan Sawan sebanyak tiga orang, Kacamatan Banjar sebanyak dua orang, Kecamatan Gerokgak sebanyak dua orang, Kecamatan Kubutambahan sebanyak dua orang, Kecamatan Sukasada sebanyak satu orang, dan Kecamatan Busungbiu sebanyak satu orang.

“Penangan Covid-19 di Buleleng hari ini membawa kabar duka, dimana terdapat tiga orang pasien dinyatakan meninggal dunia. Pasien pertama dari Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, seorang laki-laki, berumur 65 tahun dengan riwayat pasien datang ke RS. Kerta Usada sejak 7 Mei 2021, dengan gejala demam, batuk, sesak, dan komorbid HT. Pasien dinyatakan meninggal pada tanggal 16 Mei 2021.Lanjut, pasien kedua berasal dari Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, seorang laki-laki, berumur 73 tahun, dengan riwayat pasien datang ke RSUD Buleleng sejak 10 Mei 2021, dengan gejala sesak nafas, batuk, mual muntah, makan minum menurun, dan komorbid suspek TB paru. Pasien dinyatakan meninggal pada tanggal 14 Mei 2021. Pasien ketiga berasal dari Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, seorang laki-laki, berumur 73 tahun, dengan riwayat pasien datang ke RS. Kerta Usada sejak 15 Mei 2021, dengan gejala batuk, sesak nafas, mual muntah, makan minum menurun, komorbid suspek TB paru. Pasien dinyatakan meninggal pada tanggal 15 Mei 2021,” ujar Genep.

Terkait perkembangan data lain, kasus komulatif di Buleleng sebanyak 3.851 orang, dengan rincian sembuh sebanyak 3.587 orang, meninggal bertambah menjadi 161 orang, sedang dirawat di Buleleng sebanyak 102 orang, dan dirawat di luar Buleleng sebanyak 1 orang.

Data lain, kasus suspek kumulatif di Buleleng sebanyak 4.216 orang, dengan rincian suspek konfirmasi sebanyak 1.777 orang, discarded sebanyak 2.294 orang, suspek masih dipantau sebanyak 56 orang, dan probable sebanyak 89 orang. Sementara itu, kontak erat kumulatif di Buleleng sebanyak 19.987 orang, dengan rincian kontak erat konfirmasi sebanyak 1.846 orang, discarded sebanyak 17.473 orang, karantina mandiri sebanyak 75 orang, dan kontak erat menjadi suspek sebanyak 593 orang. Kasus konfirmasi non suspek/kontak erat sebanyak 226 orang dan kasus pelaku perjalanan terkonfirmasi sebanyak dua orang. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Instruksi Bupati Belanja Difokuskan pada Kegiatan Wajib, Perhitungan Kapasitas Fiskal, Tahun 2022 Badung Bisa Mendapatkan Dau Hingga Rp 800 Miliar

Sen Mei 17 , 2021
12 ViewsMANGUPURA-fajarbali.com | Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020 menyebabkan krisis ekonomi yang berkepanjangan. Tak hanya Kabupaten Badung yang 80 persen pendapatannya diperoleh dari sektor pariwisata, seluruh pemerintah daerah juga mengalami beban keuangan yang sama.